11 Sekolah Keracunan MBG di Batang Viral, Dapur SPPG Disuspen Tak Boleh Beroperasi!
--
NANAPULSE.com - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, telah mengonfirmasi penghentian sementara distribusi makanan dari dapur Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang dalam rangka program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keputusan ini diambil menyusul laporan adanya dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan penerima manfaat di Kecamatan Bawang pada Rabu (23 September 2026). Dapur ini melayani total 11 sekolah dan lembaga pendidikan, dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 2.700 orang.
"Ya diberhentikan, diberhentikan, SPPG yang itu," ujar Suyono, Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, saat ditemui di RSUD Batang pada Rabu malam.
Baca juga: Dugaan Keracunan MBG di Blitar Karena Adanya Zat Arsenik, Apakah Itu? Inilah Penjelasan dari Ahli!
Menurut Suyono, penghentian distribusi ini berlaku untuk dapur SPPG yang menyuplai makanan bagi seluruh penerima manfaat di Kecamatan Bawang.
Informasi yang dilansir dari kompas.com, saat ditanya apakah dugaan insiden keracunan makanan ini akan memengaruhi kegiatan belajar siswa, ia menjawab bahwa kegiatan sekolah akan tetap berjalan seperti biasa bagi siswa yang tidak sakit.
"Tidaklah, ini tetap sekolah harus jalan seperti biasa, kecuali yang masih sakit," jelasnya.
Dengan demikian, siswa yang sehat tetap masuk sekolah, sementara mereka yang masih menunjukkan gejala harus menjalani perawatan dan pemulihan.
Suyono menyebutkan bahwa ada 11 sekolah dan unit pendidikan yang menerima makanan dari dapur SPPG tersebut. Seluruh lokasi ini berada di wilayah Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
Daftar Sekolah yang Terima MBG dari Dapur SPPG
- TK Al Ikhlas
- SDN 3 BawangTK Al Ikhlas
- SDN 3 Bawang
- TK Pertiwi
- MA Sunan Kalijaga
- MTs Sunan Kalijaga
- TK Kuncup Mekar
- TP Ananda
- Pos PAUD Anggrek Mas
- TK Korotayun
- RA Al Hidayah
- MI Salafiyah PasusukanTK Pertiwi
- MA Sunan Kalijaga
- MTs Sunan Kalijaga
- TK Kuncup Mekar
- TP Ananda
- Pos PAUD Anggrek Mas
- TK Korotayun
- RA Al Hidayah
- MI Salafiyah Pasusukan
"Ya, Kecamatan Bawang," tambahnya.
Suyono memastikan bahwa ke-11 lokasi tersebut dilayani oleh dapur SPPG yang sama.
"Satu dapur, ya. Penerima manfaat 2.700," ungkapnya.
Hingga pukul 20.38 WIB, Suyono melaporkan bahwa total orang yang terdampak di Kecamatan Bawang telah mencapai 275 orang. Para korban mendapatkan perawatan di berbagai fasilitas kesehatan karena keterbatasan kapasitas rumah sakit di Batang.
"Kalau di RSUD Batang semua kan penuh, tinggal nanti lari ke puskesmas yang rawat inap," kata Suyono.
Ia menyatakan bahwa pemerintah akan mencari fasilitas kesehatan lain yang masih memiliki kapasitas untuk menampung korban jika jumlah pasien terus bertambah. Menurutnya, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang memiliki fasilitas rawat inap juga dapat digunakan untuk menampung pasien jika kapasitas rumah sakit sudah penuh.
Baca juga: RAW Penjelasan Manhwa Obedient Pregnancy Chapter 1 Bahasa Indonesia, Pertemuan Tak Sengaja
"Misalkan ada di Bendar, ada kan, bisa untuk menampung," ujar Suyono.
Sementara itu, Direktur RSUD Batang, Any Rusydiani, menyatakan bahwa hingga pukul 23.40 WIB, sebanyak 31 korban telah masuk dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Para pasien terdiri dari satu balita, 12 anak-anak, dan 18 orang dewasa.
"Pukul 23.40 yang masuk ke RSUD Batang terdiri dari balita satu, anak-anak 12, orang tua 18, dengan total 31," kata Any.
Sebelumnya, para korban dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada hari Selasa (22 September 2026). Makanan tersebut berasal dari dapur SPPG Bawang.
Pemerintah Kabupaten Batang saat ini sedang melakukan pendataan serta menunggu hasil perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti gejala yang dialami oleh para penerima manfaat tersebut.