Dugaan Keracunan MBG di Blitar Karena Adanya Zat Arsenik, Apakah Itu? Inilah Penjelasan dari Ahli!
--
NANAPULSE.com - Sejumlah siswa dari sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) dan SMP swasta di Kepanjenkidul, Kota Blitar, mengalami mual dan muntah setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Diduga makanan tersebut mengandung arsenik.
Peristiwa itu terjadi pada hari Rabu (17 September). Setidaknya 22 siswa yang mengalami keracunan kini telah pulih dan diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis.
Baca juga: RAW Penjelasan Manhwa Obedient Pregnancy Chapter 1 Bahasa Indonesia, Pertemuan Tak Sengaja
"Kalau kemarin kan ada indikasi adanya zat arsenik yang di dalam makanan. kemungkinan itu dari pestisida yang dari bahan baku. Tapi kami juga belum bisa memastikan karena menunggu hasil laboratorium. (Sampel) dikirim ke Surabaya," ujar Titik Nur Azizah, Koordinator Daerah BGN Kota Blitar, sebagaimana dikutip oleh detikJatim pada Rabu (23 September).
Apa itu Zat Arsenik?
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), arsenik adalah komponen alami kerak bumi yang tersebar luas di lingkungan—baik di udara, air, maupun tanah. Dalam bentuk anorganiknya, arsenik sangat beracun.
Paparan arsenik dapat terjadi melalui air minum yang tercemar, proses industri, serta makanan yang terkontaminasi.
Paparan arsenik anorganik dalam jangka panjang, terutama melalui air minum dan makanan, dapat menyebabkan keracunan arsenik kronis. Lesi kulit dan kanker kulit merupakan dampak yang paling khas.
Nuri Andarwulan, Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, menyatakan bahwa arsenik merupakan senyawa beracun.
"Harus jelas analisisnya di mana ditemukan, apakah di nasi putih? Kacang kapri? Tahu kuning? Atau melon. Karena kita harus tahu persis dari mana," kata Nuri, seperti dikutip oleh 20Detik.
"Kalau di nasi putih itu mungkin ada karena kami memang pernah melakukan penelitian dan sudah dipublikasi. Nah kalau di kacang kapri, tahu kuning, dan melon, ini datanya sangat langka," pungkasnya.