Wednesday 28th of October 2026

Nahas! Driver Taksi Online Dibunuh Usai Dirampok, Jasad Ditemukan di Parit Kebun Sawit Asahan

Nahas! Driver Taksi Online Dibunuh Usai Dirampok, Jasad Ditemukan di Parit Kebun Sawit Asahan

--

NANAPULSE – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai kronologi pembunuhan driver taksi online di Asahan yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terbarunya!

Kasus pembunuhan terhadap seorang pengemudi taksi online bernama Muhammad Imran (33) berhasil diungkap oleh tim gabungan Polda Sumatera Utara dan Polres Asahan. Korban diduga menjadi sasaran perampokan di Kabupaten Deli Serdang sebelum akhirnya meninggal dunia.

Jasadnya kemudian dibuang ke parit di kawasan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Peristiwa ini terungkap setelah warga menemukan tubuh seorang pria di Kelurahan Dadi Mulyo, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Baca juga: Demo Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Usung Slogan 'Tepati atau Pergi', Ini Lima Tuntutan pada Pemerintah

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi telungkup di parit perkebunan dan mengalami sejumlah luka tusuk serta sayatan. Temuan tersebut segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk mengetahui identitas korban dan penyebab kematiannya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Kombes Cornelius Mangarahon Simanjuntak, menjelaskan bahwa penyelidikan awal mengarah pada dugaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Kates, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Kejadian tersebut diperkirakan berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, sekitar pukul 05.00 WIB.

“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut terjadi di Jalan Kates, Kabupaten Deli Serdang. Korban diketahui bekerja sebagai pengemudi transportasi daring,” kata Cornelius pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Baca juga: Kades dan Bendahara Kotaraja Korupsi Dana Desa Sebesar Rp 1,59 Milliar, Jalani Pemeriksaan Selama 20 Hari

Keluarga korban sempat kehilangan komunikasi dengan Imran selama kurang lebih dua hari. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran keluarga hingga akhirnya kabar penemuan jasad di Asahan mengarahkan penyelidikan kepada kasus hilangnya sang pengemudi.

Untuk mengungkap kejadian tersebut, polisi melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara, autopsi, pengumpulan keterangan, serta penelusuran rekaman kamera pengawas atau CCTV. Dari rangkaian penyelidikan tersebut, petugas mengidentifikasi dua pria berinisial MAH dan FSO sebagai terduga pelaku.

Keduanya ditangkap di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 08.00 WIB. Dalam penangkapan itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak kejahatan tersebut. 

Baca juga: Vivo Y600 Tawarkan Spesifikasi Gahar dengan Baterai 10.000 mAh dan Layar AMOLED 120Hz, Cuma Rp 5 Juta?

Cornelius menyampaikan, “Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua terduga pelaku diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.”

Barang bukti yang disita meliputi pisau, gergaji kawat yang diduga digunakan sebagai alat penjerat, serta sarung tangan. Penyidik masih menelusuri bagaimana masing-masing barang digunakan dan mendalami peran kedua terduga pelaku dalam peristiwa yang menewaskan korban.

Penyelidikan juga mengarah pada keberadaan kendaraan milik Imran yang sebelumnya tidak ditemukan di lokasi penemuan jasad. Mobil tersebut akhirnya ditemukan di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, ketika diduga hendak dijual. Namun, telepon genggam milik korban diperkirakan telah berpindah tangan melalui penjualan dan masih ditelusuri oleh penyidik.

Baca juga: SPOILER! Manhwa Surviving As The Wife Of A Serial Killer Chapter 18 Bahasa Indonesia, Pencarian Sang Istri Tercinta

Polisi belum berhenti mengumpulkan bukti untuk memperkuat perkara tersebut. Tim gabungan melakukan penyisiran di jalur yang diduga dilalui para pelaku dari lokasi pembuangan jasad menuju Kota Medan. Langkah ini dilakukan untuk mencari barang-barang lain yang kemungkinan dibuang selama perjalanan dan membantu mengungkap rangkaian kejadian secara lebih lengkap.

Kasus ini masih dalam proses penyidikan untuk memastikan keterlibatan para terduga pelaku serta mengungkap seluruh fakta di balik perampokan yang berujung pada kematian Imran. Kepolisian juga terus mendalami keberadaan barang milik korban yang belum ditemukan. 

Itu dia informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST