Tuesday 20th of October 2026

HEBOH! Antrean BBM Masih Berlanjut, Pemkab Buleleng Perketat Pengawasan SPBU

HEBOH! Antrean BBM Masih Berlanjut, Pemkab Buleleng Perketat Pengawasan SPBU

--

NANAPULSE – Antrean bahan bakar minyak (BBM) tengah terjadi di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, Sabtu (17/10/2026).

Pasokan yang belum sepenuhnya pulih membuat warga terpaksa mengantre lebih lama, yang mana mengganggu aktivitas pekerjaan dan usaha.

Pantauan di SPBU Bubunan, Pengastulan, serta Lokapaksa menunjukkan antrean didominasi sepeda motor hingga memanfaatkan bahu juga sebagian badan jalan. Meski demikian, arus lalu lintas tetap lancar dengan pengamanan petugas gabungan TNI dan Polri.

Baca juga: Tugas itu Akan Merusak Kehidupan Damainya, Rekomendasi Review Chronicles of the Lazy Sovereign Chapter 70 Scan Indonesia

Sementara itu, SPBU Tangguwisia yang sempat menghentikan pelayanan sebab kehabisan stok pada Jumat (16/10/2026), kembali beroperasi pada Sabtu. Akan tetapi, distribusi BBM di wilayah Buleleng belum sepenuhnya normal.

Salah seorang konsumen di SPBU Bubunan, Putu Dana, mengaku harus menunggu hampir satu jam guna mengisi BBM sepeda motornya. Sebagai pekerja sektor pariwisata, ia khawatir kesulitan memperoleh bahan bakar ketika hendak berangkat bekerja.

Keluhan serupa disampaikan Gusti Cakra, konsumen SPBU Pengastulan. Ia menyoroti kesulitan masyarakat kecil yang terpaksa mengantre di bawah terik matahari. "Masyarakat kecil seperti gerang, mengantre di bawah panas terik matahari," ujarnya.

 

Gusti mengharapkan pemerintah segera menormalkan pasokan BBM karena keterlambatan memperoleh bahan bakar bisa mengurangi waktu bekerja masyarakat yang mengandalkan pendapatan harian.

Baca juga: Rekomendasi Terbaru Chronicles of the Lazy Sovereign Full Chapter Scan Indonesia, Membawa Pulang si Bungsu Kesayangan Mereka

Gangguan distribusi juga dirasakan pelaku usaha asal Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, yang menjalankan bisnis pusat kebugaran serta perdagangan buah. Ia mengaku kesulitan mengatur pengiriman buah ke Denpasar dan Gianyar. Keterlambatan perjalanan dikhawatirkan membuat buah rusak sebelum datang di lokasi penjualan.

Pengawas SPBU Tangguwisia, Sandi, mengatakan gangguan pasokan mulai terasa sekitar 5 Oktober 2026. Ketika itu, pihaknya mengajukan permintaan 32 kiloliter (KL), tetapi hanya menerima pengiriman 24 KL. "Biasanya kita 32 sampai 40 ton per hari," ujar Sandi ketika ditemui pada Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, pasokan kemudian sempat berkurang menjadi sekitar delapan ton untuk masing-masing dari dua pengiriman, sebelum meningkat menjadi sekitar 16 ton.

Penurunan volume pengiriman menyebabkan persediaan lebih cepat habis ketika permintaan masyarakat meningkat. Sandi memperkirakan antrean dapat berlangsung dua hingga tiga hari apabila pengiriman BBM tidak mencukupi kebutuhan penjualan normal.

Baca juga: Rekomendasi Update The Key to My Body Full Chapter Scan Indonesia, Di tengah Kepanikan Karena Terkunci di Luar Rumah!

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menginstruksikan puskesmas menyiagakan ambulans dan tenaga medis. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi warga yang mengalami kelelahan, sakit, atau pingsan akibat terlalu lama mengantre BBM.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST