Friday 16th of October 2026

Dampak Langka BBM, Antrean SPBU di Bali Tembus 5 KM Hingga Banyak Relawan Bagikan Bantukan Makan

Dampak Langka BBM, Antrean SPBU di Bali Tembus 5 KM Hingga Banyak Relawan Bagikan Bantukan Makan

--

NANAPULSE.com - Krisis bahan bakar di Bali tidak hanya memaksa para pengendara untuk mengantre selama berjam-jam, tetapi juga memicu aksi kepedulian dari seorang warga setempat.

Di tengah antrean kendaraan yang dilaporkan mencapai panjang lima kilometer, Ketut Sudiarsa turun tangan membagikan 1.000 paket makanan dan 30 dus air minum kemasan kepada mereka yang sedang menunggu untuk mengisi bahan bakar.

Aksi sosial ini berlangsung di SPBU 51.801.30 di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, pada hari Rabu (14 Oktober 2026). Makanan dan minuman tersebut diberikan secara cuma-cuma untuk mendukung para pengendara yang harus bersabar dalam antrean panjang.

Ketut mengungkapkan bahwa situasi yang telah berlangsung selama satu bulan terakhir ini telah menjadi beban berat bagi masyarakat Bali. Selain kehilangan waktu, warga juga harus berjuang menghadapi cuaca panas yang menyengat saat menunggu giliran mendapatkan bahan bakar.

Baca juga: Miris! Syawal Disiksa di KM Maulana 23, Ngaku Dipukul Hingga Dipaksa Makan Bubur Campur Besi Bangunan oleh Kapten Kapal

"Rakyat Bali dalam keadaan duka. Saya katakan duka karena mereka harus berjam-jam mengantre di semua SPBU. Sampai kapan? Di beberapa daerah yang saya kunjungi, antrean bahkan sampai lima kilometer, dan itu sudah terjadi sejak sebulan lalu," ujar Ketut.

Ia menegaskan bahwa keputusannya untuk membagikan makanan dan air minum murni didasari oleh kepedulian pribadi, bukan karena agenda politik, kepentingan korporasi, ataupun keinginan untuk mencari popularitas.

"Saya datang dari hati nurani. Saya tidak ingin populer dan tidak ingin terkenal. Saya memang ingin berbagi dari hati yang paling dalam. Semoga ini bermanfaat dan bisa membantu mengatasi rasa lapar serta haus mereka di saat-saat seperti ini," katanya.

Mendesak Percepatan Distribusi Bahan Bakar

Selain melakukan aksi sosial, Ketut juga mendesak pemerintah dan pihak berwenang terkait untuk segera menyelesaikan masalah pasokan bahan bakar di "Pulau Dewata" ini.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa bahan bakar tersedia dan dapat diperoleh tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam mengantre di SPBU.

Ia menyerukan optimalisasi distribusi bahan bakar dari terminal BBM—khususnya terminal Sanggaran dan Manggis—guna memastikan pasokan dapat menjangkau seluruh SPBU yang membutuhkannya.

“Tolong segera distribusikan BBM yang ada di Sanggaran maupun di Manggis kalau memang mencukupi, agar rakyat tidak mengalami hal seperti ini. Harapan saya, mereka yang sudah mengantre betul-betul mendapatkan BBM-nya, jangan sampai dibilang habis,” tegasnya.

Ketut menekankan bahwa langkah-langkah penanganan krisis tidak boleh berhenti hanya pada peningkatan pasokan; memastikan BBM benar-benar sampai ke tangan masyarakat juga sama pentingnya.

Pertamina Tambah Pasokan BBM Sebanyak 57,9 Juta Liter untuk Bali

Di tengah keluhan masyarakat, PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan penambahan pasokan BBM sebesar 57,9 juta liter untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Bali.

Kitty Andhora, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa pasokan tambahan ini dikirimkan secara bertahap menggunakan kapal tanker antara tanggal 14 hingga 17 Oktober 2026, melalui terminal Manggis dan Sanggaran. Pasokan tambahan tersebut terdiri dari 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax.

Baca juga: Pesan Misterius! Baca Manhwa The Crazy Villain Regains His Sanity Chapter 22 Bahasa Indonesia

“Pertamina Patra Niaga mengerahkan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali. Kami memperkuat pasokan, menambah jam operasional SPBU, mengerahkan dukungan personel, serta mengoptimalkan armada distribusi,” ujar Kitty dalam keterangan resmi pada Rabu (14 Oktober 2026).

Selain menambah pasokan, Pertamina juga memperluas layanan 24 jam di SPBU. Jika sebelumnya hanya 24 SPBU di Denpasar yang beroperasi sepanjang waktu, kini perusahaan telah menyiapkan 60 SPBU tambahan untuk melayani masyarakat selama 24 jam penuh.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akses terhadap BBM serta membantu mengurangi kepadatan kendaraan di berbagai lokasi.

Truk Tangki Dikerahkan dari Banyuwangi

Untuk mempercepat distribusi BBM, Pertamina telah mengalihkan sebagian armada truk tangkinya dari Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Bali. Dukungan ini bertujuan untuk mempercepat pengiriman bahan bakar dari terminal ke SPBU.

Pertamina juga berkoordinasi dengan Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana untuk menyiapkan pengemudi truk tangki cadangan. Langkah ini memastikan kebutuhan istirahat pengemudi terpenuhi tanpa mengganggu operasional distribusi.

Personel dari berbagai fungsi dan unit kerja Pertamina di Jakarta juga telah dikerahkan untuk membantu pemulihan layanan di lapangan. Sementara itu, layanan pengiriman bahan bakar menggunakan sepeda motor terus dioptimalkan untuk melayani pengendara motor dan membantu mengurai antrean di SPBU.

Kitty menyatakan bahwa Pertamina terus memantau kondisi pasokan dan distribusi hingga layanan kembali normal. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan membeli bahan bakar sesuai kebutuhan yang wajar.

Peningkatan pasokan dan operasional SPBU selama 24 jam diharapkan dapat mempercepat pemulihan. Namun, bagi warga yang menghadapi antrean setiap hari, jaminan ketersediaan bahan bakar dan kelancaran distribusi tetap menjadi hal yang mendesak.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST