Kamaruddin Simanjuntak Eks Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia, Minta Dipeluk Oleh Keluarga Sebelum Menghembuskan Nafas Terakhir
--
NANAPULSE - Berikut kami sajikan kronologi meninggalnya Kamaruddin Simanjuntak. Langsung saja simak artikel ini sampai habis karena kami sudah memberikan rangkuman terkini untukmu di bawah ini!
Nama Kamaruddin Simanjunta sedang ramai diperbincangkan publik lagi sejak dirinya dikabarkan telah tutup usia. Sebelumnya, ia dikenal sebagai sosok yang kerap terlibat dalam berbagai kasus besar di tanah air, seperti kasus Wisma Atlet Hambalang dan e-KTP dan Pembunuhan Brigadir J (Nofriansyah Yosua Hutabarat).
Kronologi Meninggalnya Kamaruddin Simanjuntak
Kamaruddin Simanjuntak, mantan pengacara Brigadir J, meninggal dunia pada dini hari Senin, 19 Oktober 2026, di Rumah Sakit Pelni setelah menderita sakit berkepanjangan. Jenazahnya disemayamkan di Rumah Duka Ukrida di Jakarta Barat hingga Rabu, 21 Oktober 2026, sebelum dimakamkan di kampung halamannya di Sumatera Utara.
Di rumah duka, istri Kamaruddin Simanjuntak, Joanita Meroline Wenji, menceritakan peristiwa dan kesulitan yang dihadapi suaminya sebelum meninggal.
Joanita mengungkapkan bahwa pengacara veteran itu telah menjalani dialisis rutin selama dua tahun terakhir. Menurutnya, kesehatan Kamaruddin memburuk karena jadwalnya yang padat dan dedikasinya yang tak kenal lelah dalam membela kliennya.
“Beliau menjalani dialisis selama dua tahun. Beliau sangat kelelahan hingga hampir tidak beristirahat. Beliau bahkan bekerja pada hari Minggu untuk membela kliennya,” kata Joanita di Rumah Duka Ukrida.
Perjuangan almarhum melawan penyakitnya semakin memburuk sejak awal tahun ini. Joanita mengungkapkan bahwa, sejak Februari, suaminya telah menerima berbagai perawatan yang membutuhkan beberapa kali rawat inap.
Setelah menerima perawatan di ruang gawat darurat dari Sabtu hingga Minggu, Kamaruddin dipindahkan ke bangsal pada Senin lalu sekitar pukul 13.00 WIB karena kondisinya membaik. Namun, tak lama setelah dirawat, Kamaruddin mulai mengalami gejala lain.
Mengenai penyebab kematian, Joanita menjelaskan bahwa, selain riwayat gagal ginjal yang membutuhkan dialisis rutin selama dua tahun terakhir, Kamaruddin juga menderita komplikasi akibat infeksi paru-paru.
Sebelum meninggal, Kamaruddin tidak meninggalkan pesan khusus untuk keluarganya. Istrinya, Joanita Meroline Wenji, mengungkapkan bahwa suaminya biasa meminta hal sederhana: agar anak-anaknya memeluknya.
Perjalanan Karir Kamaruddin Simanjuntak
Kamaruddin memulai karier profesionalnya sebagai pengacara, bergabung dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pada tahun 2007. Pengalaman ini meletakkan dasar bagi kariernya dalam memberikan layanan dan nasihat hukum.
Setelah bertahun-tahun berpraktik, pada tahun 2019 ia mendirikan Victoria Law Firm, menandai awal praktik hukum independennya sendiri.
Sepanjang kariernya, Kamaruddin telah terlibat dalam berbagai macam kasus. Namanya telah muncul di media terkait berbagai masalah, mulai dari korupsi dan dugaan pelanggaran penistaan agama hingga pembunuhan Brigadir J. Ketenarannya di tingkat nasional meningkat pesat ketika, pada tahun 2022, ia mengambil alih perwakilan hukum untuk keluarga Brigadir J.
Baca juga: Tempat Baca Manhwa The Boxer Chapter 1 Bahasa Indonesia, Skill Si Amatiran Bikin Satu Kelas Tunduk!
Pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat—yang dikenal sebagai Brigadir J—pada tahun 2022 menjadi salah satu episode paling signifikan dalam karier Kamaruddin. Ia dipercayakan untuk mewakili keluarga Yosua secara hukum, mendampingi mereka sepanjang proses hukum.
Kasus ini menarik perhatian nasional setelah Ferdy Sambo—yang saat itu menjabat sebagai kepala Divisi Dalam Negeri (Propam) Kepolisian Nasional Indonesia—disebut sebagai tersangka. Beberapa petugas polisi lainnya juga terlibat selama penyelidikan dan persidangan selanjutnya.
Selama mewakili keluarga korban, Kamaruddin terus memberikan informasi kepada media tentang perkembangan kasus tersebut. Ia juga mengangkat beberapa isu yang menurutnya memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran.
Pernyataannya sering menarik perhatian media dan publik. Perannya sebagai pengacara keluarga korban membuatnya mendapatkan pengakuan nasional yang luas.
Kasus ini menandai titik balik dalam karier Kamaruddin Simanjuntak, karena menempatkan pekerjaan profesionalnya sebagai pengacara di pusat persidangan pidana yang menarik perhatian publik Indonesia.