Friday 23rd of October 2026

Kalam Salan Politisi Malaysia Asal Sabak Bernam Yang Gunakan Bahasa Jawa Ngoko Saat Sidang Resmi Parlemen

Kalam Salan Politisi Malaysia Asal Sabak Bernam Yang Gunakan Bahasa Jawa Ngoko Saat Sidang Resmi Parlemen

--

NANAPULSE.com - Nama Datuk Kalam bin Salan mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Asia Tenggara, khususnya di Malaysia dan Indonesia. Anggota Parlemen Malaysia ini menarik perhatian dunia internasional setelah melakukan aksi tidak biasa dalam sidang resmi Dewan Rakyat.

Ia memilih menggunakan bahasa Jawa ngoko yang fasih untuk menyampaikan pesan terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait penanganan masalah kabut asap lintas batas yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca juga: Preview Manhwa Why You Don't Know It's a Girl? Chapter 51 Bahasa Indonesia, Pertemuan yang Mendebarkan

Kalam Salan lahir di Sabak, Selangor, pada 6 Januari 1965. Ia menempuh pendidikan menengahnya di SMK Ungku Aziz sebelum akhirnya aktif di dunia kemasyarakatan dan politik. Di luar dunia politik, Kalam juga dikenal berprofesi sebagai seorang Pesuruhjaya Sumpah (Komisioner Sumpah) di wilayahnya. Kehidupan pribadinya dijalani bersama sang istri, Mariamah Abu Mansor, dan mereka dikaruniai tiga orang anak.

Biodata Pribadi

Berikut adalah profil dan biodata lengkap dari Kalam Salan:

  • Nama Lengkap: Datuk Kalam bin Salan
  • Tempat, Tanggal Lahir: Sabak, Selangor, Malaysia; 6 Januari 1965
  • Keturunan: Jawa-Melayu
  • Istri: Mariamah Abu Mansor
  • Jumlah Anak: 3 orang
  • Pendidikan: SMK Ungku Aziz
  • Profesi Lain: Pesuruhjaya Sumpah (Komisioner Sumpah)

Baca juga: Highlight Manhwa Cry or Better Yet, Beg Chapter 91 Bahasa Indonesia, Pembebasan Paman Layla!

Karier Politik

Kalam Salan merupakan politikus dari kubu oposisi Malaysia. Ia bernaung di bawah bendera Parti Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU), sebuah partai yang tergabung dalam koalisi Perikatan Nasional (PN). Ia resmi mengamankan kursi di Parlemen Malaysia setelah memenangkan ajang Pemilihan Raya Umum ke-15 (PRU-15) pada November 2022 dan dilantik secara resmi pada 19 Desember 2022.

Sebagai wakil rakyat, Kalam dikenal cukup vokal dalam menyuarakan isu-isu lokal yang berdampak pada konstituennya, mulai dari sektor pertanian, kesejahteraan petani padi, hingga masalah lingkungan hidup seperti polusi udara tahunan yang kerap melanda wilayah pesisir Selangor.

Mengapa Beliau Fasih Berbahasa Jawa?

Banyak orang, terutama netizen di Indonesia, terheran-heran melihat seorang pejabat tinggi Malaysia dapat berbicara bahasa Jawa dengan begitu lancar di sebuah forum formal negara. Kunci dari kefasihan Kalam Salan ini terletak pada latar belakang demografis daerah pemilihannya, yaitu Sabak Bernam.

Baca juga: Memanas! KPK Duga Keterlibatan Anggota TNI Aktif dalam Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB

Secara historis, Sabak Bernam merupakan salah satu wilayah di Malaysia dengan konsentrasi komunitas keturunan Jawa terbesar. Migrasi suku Jawa ke pesisir Selangor ini sudah berlangsung sejak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 pada masa kolonial Inggris.

Meskipun saat ini mereka telah menjadi warga negara Malaysia sepenuhnya, identitas kultural seperti makanan tradisional, adat istiadat, dan penggunaan bahasa Jawa tetap terjaga erat lintas generasi. Kalam Salan, yang tumbuh besar di lingkungan tersebut, menggunakan bahasa Jawa sebagai jembatan komunikasi kultural yang sangat efektif.

Aksi berani Kalam Salan beralih dari bahasa Melayu ke bahasa Jawa saat membahas RUU Anggaran bukan sekadar mencari sensasi. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi komunikasi politik yang cerdas.

Dengan menyapa Presiden Prabowo menggunakan bahasa daerah, Kalam berhasil menembus batasan diplomasi formal yang kaku, sehingga keluhan warga Malaysia dan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdampak kabut asap dapat tersampaikan dengan penuh penekanan emosional dan langsung mendapat perhatian luas di tingkat regional.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST