Tuesday 13th of October 2026

Miris! Syawal Disiksa di KM Maulana 23, Ngaku Dipukul Hingga Dipaksa Makan Bubur Campur Besi Bangunan oleh Kapten Kapal

Miris! Syawal Disiksa di KM Maulana 23, Ngaku Dipukul Hingga Dipaksa Makan Bubur Campur Besi Bangunan oleh Kapten Kapal

--

NANAPULSE - Berikut adalah informasi mengenai Syawal Disiksa di KM Maulana 23 yang sedang ramai diperbincangkan publik. Simak terus artikel di bawah ini biar kamu nggak ketinggalan informasi lengkapnya!

Belakangan ini banyak sekali kabar menghebohkan yang membuat warganet geleng-geleng kepala. Salah satu berita menghebohkan tersebut adalah Syawal, yang merupakan seorang ABK menceritakan kisah dirinya disiksa di KM Maulana 23.

Ingin tahu lebih lanjut? baca artikel ini sampai habis ya!

Baca juga: Insting Kuat Habisi Para Musuh! Baca Manhwa Killer Peter Chapter 153 Bahasa Indonesia 

Syawal Disiksa di KM Maulana 23

Syawal (65) merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) kapal penangkap cumi KM Maulana 23. Ia membagikan kisahnya yang disiksa selama bekerja bersama kapa tersebut. Ia menerima tawaran bekerja di kapal tersebut dengan harapan bisa mengumpulkan modal untuk berjualan di Jakarta.

Mulanya, ia ditawari pekerjaan sebagai ABK oleh seorang calo yang sudah dikenalnya di Muara Baru, Jakarta Utara.

"Nah, saya ditawarkan kerja dengan calo, lalu saya mau. Mau ditawarin kerja terus kasbon Rp 7 juta. Gajinya enggak dikasih, enggak dijelaskan. Kasbon aja," ungkap dia di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (9/10/2026).

Meski begitu, Syawal akhirnya tetap menerima tawaran kerja sebagai ABK karena membutuhkan uang untuk modal usaha.

"Kebutuhan. Untuk modal kerja lainnya gitu. Kalau itu dapat modal ya saya enggak kembali lagi ke laut," katanya.

Selama bekerja di atas kapal KM Maulana 23, Syawal mengaku harus memenuhi target tangkapan cumi sebanyak 2 kilogram hingga waktu memancing selesai. Mirisnya, jika gagal memenuhi target ia mendapat hukuman.

"Awal-awalnya ya enggak dapat target. Sempat saya dipukul, sesudah itu hormat bendera, kalau enggak hormat bendera disuruh push up, yang terakhirnya makan bubur," ucap dia. "Sanksinya dipukul, push up, hormat bendera, dan makan bubur campur dengan besi. Besi bandul, besi buat bangunan itu," lanjut Syawal.

Syawal baru mengetahui bubur yang ia konsumsi sebagai bentuk hukuman itu tercampur besi setelah berhasil memakannya. Beruntung, ia tidak muntah atau merasakan hal yang aneh akibat memakan bubur itu.

"Saya juga enggak tahu kalau dalam bubur itu ada besinya. Kalau sampai tahu ya saya juga nggak mau bubur itu saya makan," ujarnya.

Selain hukuman tersebut, Syawal mengaku dipukul atau ditempeleng sebanyak dua kali selama bekerja di kapal. Ia juga menyebut adanya kekerasan lain, termasuk tendangan dan penyiraman air panas terhadap dua orang lainnya.

Baca juga: Link Resmi Baca Manhwa The Boxer Full Chapter Bahasa Indonesia, Kisah Yoon Jiho Temukan Tinju Sebagai Pelarian

"Kalau panggilan kasar ya bisa juga. Terus melakukan kekerasan dengan tangan ya, kalau (adanya ancaman) pembunuhan enggak. Kekerasan tangan aja ya seperti dipukul, terus tendang, kadang pun siram air panas," ungkap dia.

Berbagai hukuman yang diterima ia dan kawan-kawannya diperintahkan oleh kapten kapal dan dilakukan oleh banyak ABK lainnya.

"(Total orang di atas kapal KM Maulana 23) 28 orang dengan nahkoda. Sebagian pukul yang empat orang ini (korban), yang sebagiannya enggak," tambahnya. 

Itulah informasi mengenai Syawal Disiksa di KM Maulana 23 yang perlu kamu tahu. Ikuti kami terus untuk update berita viral tanah air terkini agar tidak ketinggalan!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST