Inilah Skandal Biksu Thailand yang Paling Kontroversi, Terbaru Ada Kasus Hubungan Seksual yang Videonya Viral!
--
NANAPULSE.com - Biksu adalah sosok religius pria dalam agama Buddha yang telah meninggalkan kehidupan duniawi demi memusatkan diri pada pencapaian spiritual dan penyebaran Dhamma.
Kehidupan mereka diatur oleh aturan disiplin yang ketat, termasuk kewajiban hidup selibat, mencukur habis rambut kepala, serta mengenakan jubah khas berwarna oranye atau cokelat tua.
Sebagai anggota komunitas Sangha, para biksu bergantung pada umat awam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari—seperti makanan dan pakaian—melalui praktik pemberian dana makanan (pindapata). Melalui meditasi, pendalaman kitab suci, dan pengabdian moral, mereka berperan sebagai guru spiritual sekaligus teladan kedamaian bagi masyarakat di sekitarnya.
Namun, tatanan keagamaan di Thailand sempat diguncang oleh serangkaian skandal yang melibatkan sejumlah biksu berpangkat tinggi. Kasus-kasus tersebut sangat beragam, mulai dari dugaan pelanggaran seksual dan pemerasan hingga penggelapan dana kuil, pencucian uang, serta penggunaan dana untuk perjudian.
Informasi yang dilansir dari merahputih.com berikut ini adalah beberapa skandal paling kontroversi yang libatkan biksu di Thailand:
1. Skandal Hubungan dan Pemerasan
Kasus ini mencuat pada Juni 2025 setelah seorang wanita bernama Wilawan—yang dikenal sebagai "Sika Golf," 35 tahun—diduga memeras Phra Thep Wachiraphamok (atau "Chao Khun Ash"), mantan kepala biara Wat Tri Thotsathep di Bangkok.
Keduanya dilaporkan menjalin hubungan sejak tahun 2024. Sika Golf kemudian mengaku memiliki anak dan menuntut uang tunjangan anak sebesar 7 juta baht.
2. Kasus Phra Alongkot: Penyalahgunaan Dana Kuil
Kasus lainnya melibatkan Phra Alongkot, kepala biara Wat Phra Bat Nam Phu di Lopburi, dan seorang pria yang dikenal sebagai "Mor B," seorang penyembuh spiritual.
Kasus ini bermula dari dugaan penyalahgunaan uang sumbangan yang dikumpulkan oleh Mor B untuk membantu Wat Phra Bat Nam Phu, sebuah kuil yang dikenal karena merawat pasien HIV/AIDS. Polisi menemukan transaksi yang melebihi 300 juta baht dan menduga bahwa sebagian dana tersebut tidak pernah diserahkan kepada pihak kuil.
3. Menggelapkan Dana Kuil untuk Membiayai Perjudian
Mantan Phra Thamawachiranut—atau "Chao Khun Yaem," yang sebelumnya menjabat sebagai pemimpin keagamaan wilayah dan kepala biara Wat Rai Khing di Nakhon Pathom—juga terlibat dalam kasus penggelapan dana.
Polisi menyelidiki masalah ini selama lebih dari delapan bulan dan mengungkap dugaan penyalahgunaan dana kuil. Sekitar 300 juta baht dilaporkan dialihkan dan ditransfer kepada seorang rekan wanita dekat, "Sika Ken," yang diduga menggunakan uang tersebut untuk berjudi.
Aliran dana kepada Sika Ken dilaporkan melebihi 2 miliar baht dan diduga terkait dengan jaringan perjudian daring.
Baca juga: KPK Dalami Peran 4 Orang Kepercayaan Nusron dalam Kasus Suap HGB Bogor
4. Keterlibatan dalam Skandal Seks
Kasus terbaru melibatkan Phra Wachirayan (atau Ati Choti Thammavaro), mantan kepala biara Wat Phutthai Sawan di Ayutthaya.
Pada bulan Juli 2026, polisi menerima laporan mengenai dugaan hubungan seksual antara biksu tersebut dan seorang wanita bernama Punyawi, atau "Sika Ae." Polisi juga menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan kuil.
Penyelidikan mengungkap bahwa dana sumbangan masyarakat sebesar sekitar 89 juta baht, serta lebih dari 2,8 juta baht hasil penjualan barang-barang keagamaan, diduga tidak masuk ke rekening resmi kuil. Total dana yang dipermasalahkan mencapai sekitar 90–92 juta baht.