Kasus LRT City Memanas, 200 Korban Minta Uang Dikembalikan dan Minta Pembangunan Tak Berlanjut
--
NANAPULSE.com - Perwakilan dari Asosiasi Korban LRT City melaporkan bahwa antara 150 hingga 200 konsumen telah mengajukan keluhan terkait proyek LRT City. Sebagian besar konsumen ini menginginkan pengembalian dana, sementara kelompok yang lebih kecil memilih untuk menunggu unit apartemen mereka.
"Yang sudah masuk itu di angka 150-200-an orang. Jadi mereka memang kebanyakan, sekitar 93 persennya itu minta refund. Dan sekitar 8 persennya itu mereka minta untuk menunggu (unit apartemen)," ujar Ryan Diva, perwakilan Asosiasi Korban LRT City, saat ditemui di gedung Badan Pengatur BUMN (BP BUMN) di Jakarta Pusat pada Selasa (15 September 2026).
Baca juga: Kumpulan Video Kasir Indomaret Full Telegram Viral, Waspada Link Phising Cek Disini Isinya!
Ryan mencatat bahwa jumlah konsumen terbanyak yang meminta pengembalian dana berasal dari proyek LRT City di Ciracas dan Tebet. Menurutnya, konsumen yang terlibat dalam proyek dengan progres konstruksi mencapai sekitar 75 persen cenderung lebih vokal menyuarakan masalah mereka.
Sebaliknya, asosiasi merasa lebih sulit menjangkau konsumen yang terkait dengan proyek yang progres konstruksinya masih nol persen.
Menghubungi Instagram Paguyuban Korban
Ryan menyatakan bahwa asosiasi saat ini sedang melakukan pendataan untuk memverifikasi jumlah total konsumen yang terdampak. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan yang menyebutkan bahwa jumlah konsumen yang terdampak bisa mencapai sekitar 2.400 orang.
"Kami akan inventarisir apakah benar nanti ada 2.400 (korban). Kami ingin sounding melalui media, sekiranya ada korban lagi, nanti dicek saja ke Instagram Korban LRT City, nanti tinggal DM di situ, nanti kita akan coba akomodir," kata Ryan.
Keputusan Akan Ditentukan pada 15 Oktober 2026
Aminuddin Ma'ruf, Wakil Kepala BP BUMN, menyatakan bahwa pemerintah belum menentukan mekanisme penyelesaian untuk masalah LRT City ini, karena masih menunggu rangkuman masukan dan keluhan dari perwakilan konsumen. Perwakilan konsumen telah diminta untuk mengumpulkan seluruh masukan dan pertanyaan dari sekitar 2.400 konsumen paling lambat tanggal 1 Oktober 2026.
"Teman-teman di bawah koordinator Pak Ryan (perwakilan konsumen) dalam beberapa waktunya ke depan sampai tanggal 1 Oktober menginventarisir semua aspirasi, semua pertanyaan dari kurang lebih 2.000 korban," ujar Aminuddin.
Setelah informasi tersebut diserahkan, pemerintah akan mengadakan pertemuan lanjutan dengan perwakilan konsumen dan pihak-pihak terkait antara tanggal 10 hingga 15 Oktober 2026.
Aminuddin menyatakan bahwa pemerintah juga berencana melanjutkan pembangunan proyek LRT City di 12 lokasi. Hal ini mencakup lokasi yang pembangunannya belum rampung maupun lokasi yang pengerjaannya belum dimulai sama sekali.
Ia menyebutkan bahwa timnya akan segera meninjau ke-12 lokasi tersebut untuk menentukan proyek mana yang perlu diprioritaskan pembangunannya. Penentuan prioritas ini akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kelayakan proyek dan potensi penjualan.
Baca juga: Pembahasan Liar Game Bahasa Indonesia Full Chapter 1-201 Gratis, Permainan Kebohongan yang Intens
"Memang 12 lokasi itu kita mau bangun semuanya," kata Aminuddin.
Ke-12 proyek LRT City yang dimaksud meliputi LRT City Ciracas (Jakarta Timur), LRT City Cibubur (Depok/Cibubur), LRT City Jatibening (Bekasi), LRT City MTH (MT Haryono, Jakarta), LRT City Tebet (Jakarta), LRT City Bekasi - Eastern Green (Bekasi), LRT City Bekasi - Green Avenue (Bekasi), LRT City Cikunir (Bekasi), Grand Central Bogor (Bogor), Oase Park (Tangerang Selatan), Cisauk Point (Tangerang), dan Adhi City Sentul (Bogor).
Untuk itu, Danantara Indonesia akan menyuntikkan dana sebesar Rp456 miliar guna merampungkan proyek-proyek yang sempat terhenti tersebut.