Identitas 2 Penembak 3 ASN Jayawijaya Masuk DPO, Polisi Sebut Para Pelaku Adalah Anggota Kelompok Egianus Kogoya
--
NANAPLUS.com - Aksi kekerasan bersenjata yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersendata (KKB) di wilayah Papua Pegunungan kembali menelan korban jiwa dari kalangan pelayan publik. Kasus penyerangan brutal yang menewaskan tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya kini memasuki babak baru dalam tahap pengejaran hukum. Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz-2026 secara resmi telah mengidentifikasi identitas dari dua orang eksekutor utama di balik peristiwa berdarah tersebut, memicu pencarian informasi dan tautan perkembangan kasus dari masyarakat luas.
Berdasarkan rilis resmi yang disampaikan oleh Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani, dua orang terduga pelaku penembakan yang telah diidentifikasi tersebut berinisial PN dan KT.
Berdasarkan penelusuran rekam jejak kriminalitas digital di kepolisian, kedua pria tersebut ternyata merupakan wajah lama yang sudah masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) aparat sejak insiden penyanderaan pilot Susi Air beberapa tahun lalu. Pihak berwenang memastikan bahwa PN dan KT merupakan anggota aktif dari kelompok bersenjata Kodap III Ndugama yang berada di bawah komando langsung pimpinan Egianus Kogoya.
Baca juga: Bocoran Link Video 1 vs 3 Keponakan Viral Full Tanpa Sensor, Ternyata Ini Isinya yang Banyak Diburu!
Kronologi peristiwa memprihatinkan ini dilaporkan terjadi pada Rabu siang di wilayah Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Kejadian bermula saat sebuah rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah total 11 orang bergerak menggunakan kendaraan dari arah Wamena menuju Distrik Muliama.
Kehadiran para abdi negara ini bertujuan mulia untuk memberikan bantuan bibit ternak babi, melakukan peninjauan langsung terhadap program lokasi cetak sawah rakyat, serta memberikan penyuluhan peternakan berkala demi meningkatkan taraf ekonomi masyarakat asli Papua di distrik tersebut.
Malapetaka terjadi ketika rombongan dinas tersebut berniat melakukan perjalanan pulang kembali menuju pusat kota Wamena setelah merampungkan seluruh kegiatan dinas lapangan mereka.
Di tengah jalan yang sepi, kendaraan rombongan dihentikan secara paksa oleh sekelompok orang bersenjata. Para pelaku kemudian memerintahkan seluruh penumpang untuk turun dari mobil. Berdasarkan keterangan para saksi selamat yang telah diperiksa oleh penyidik, kelompok penyerang yang diperkirakan berjumlah delapan orang tersebut sengaja memisahkan tiga orang korban dari rombongan lain, menggiring mereka ke area semak, lalu mengeksekusinya dengan tembakan jarak dekat hingga tewas di tempat.
Baca juga: Profil Biodata Koko Seto Rawon Viral, Idola Baru Dunia Karnaval Sound Horeg Benarkah Keturunan Cina?
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa tim gabungan TNI-Polri telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh. Petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting, termasuk bercak darah segar dan tiga buah selongsong peluru bekas tembakan di lokasi.
Dari tiga selongsong tersebut, dua di antaranya berukuran 5,56 milimeter yang merupakan amunisi khas dari senjata api organik laras panjang, sementara satu selongsong lainnya berkaliber 9 milimeter yang berasal dari amunisi senjata api laras pendek. Sebanyak 50 personel pasukan khusus Satgas Damai Cartenz kini telah diterjunkan penuh ke dalam hutan sekitar Distrik Muliama guna melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap PN, KT, serta anggota komplotan bersenjata lainnya.