Friday 23rd of October 2026

Gudang Penyimpanan Ban Bekas PT Energy Hai Xin Mojokerto Terbakar! Penyebab Pasti Masih Diselidiki Mendalam Oleh Aparat

Gudang Penyimpanan Ban Bekas PT Energy Hai Xin Mojokerto Terbakar! Penyebab Pasti Masih Diselidiki Mendalam Oleh Aparat

--

NANAPULSE.com - Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah area gudang dan pabrik pengolahan ban bekas yang terletak di Jalan Raya Domas KM 3, Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Insiden yang menimpa fasilitas milik PT Energy Hai Xin / CV Laju Jaya Abadi tersebut terjadi pada Kamis malam, 22 Oktober 2026.

Lantaran material yang terbakar didominasi oleh karet ban bekas yang sangat mudah tersulut api, kobaran api dengan cepat membesar dan menciptakan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi hingga dapat terlihat jelas dari jarak beberapa kilometer.

Baca juga: Ulasan Manhwa Why You Don't Know It's a Girl? Bahasa Indonesia, Rilis jadi Drama Korea Terbaru!

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula menjelang waktu Maghrib. Seorang petugas keamanan pabrik (satpam) bernama Sopi'i yang sedang berpatroli melihat kepulan asap disertai kobaran api kecil muncul dari area belakang. Area yang terbakar merupakan lahan terbuka yang digunakan sebagai tempat penampungan atau penyimpanan ribuan ban bekas.

Satpam bersama beberapa pekerja yang masih berada di lokasi bergegas mencoba memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Karena material ban bekas kering berbahan karet sangat mudah terbakar ditambah embusan angin kencang, api melesat membesar dalam sekejap dan tidak mampu dikendalikan. Sadar api tidak terkontrol, para pekerja segera menyelamatkan diri menjauhi titik kebakaran keluar gudang.

Pihak manajemen segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Trowulan dan petugas pemadam kebakaran (Damkar). Pada saat yang sama, api sudah mengganas ke bagian tengah tumpukan. Kebakaran ini menghasilkan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara dan hawa panasnya dapat dirasakan warga hingga radius 50 meter.

Baca juga: Heboh! Aliansi Mahasiswa BEM Surabaya Diduga Dijual ke Polisi, Pelaku Presiden BEM UMSura Kini Ramai Diburu

Kebakaran ini memicu kepanikan dan kewaspadaan ekstra tinggi lantaran lokasi gudang penampungan ban berada sangat dekat dengan SPBU Domas. Di bawah komando Kapolsek Trowulan Kompol I Gusti N.K. Swastama, petugas di lapangan mengerahkan alat berat ekskavator untuk memisahkan dan mengurai tumpukan ban yang belum terbakar. Langkah lokalisasi ini dilakukan agar api tidak memiliki ruang untuk merembet ke arah pom bensin.

Sekitar 8 hingga 10 unit mobil pemadam kebakaran gabungan dari wilayah Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan unit swasta dikerahkan bergantian untuk menjinakkan api. Pemadam bahkan sempat menghentikan penyemprotan air sejenak karena material karet yang tebal terus mengobarkan api dari dalam. Petugas fokus menyiram sisa bara tersembunyi hingga pagi hari guna memastikan proses pembasahan sempurna.

Kondisi Terkini

Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu berjam-jam hingga Jumat pagi, 23 Oktober 2026. Selain menyemprotkan air, petugas di lapangan juga terpaksa mengerahkan alat berat berupa ekskavator. Alat berat ini digunakan untuk mengurai dan memisahkan tumpukan ban bekas yang belum terlarap api agar area kebakaran tidak terus meluas.

Baca juga: Siapa Muhammad Kace? Sosok Napi di Balik Kasus Penganiayaan yang Menjerat Napoleon Bonaparte Dikabarkan Segera Bebas

Material karet yang tebal dan menyimpan panas di bagian dalam membuat proses pembasahan memerlukan waktu yang lebih lama guna memastikan tidak ada lagi bara api yang tersembunyi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Trowulan bersama Tim Inafis Polres Mojokerto masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini karena sebagian besar pekerja sudah bersiap untuk pulang.

Kendati demikian, kerugian material akibat hangusnya fasilitas pengolahan dan ribuan ban bekas tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta. Warga di sekitar Desa Domas pun diimbau untuk tetap waspada dan memakai masker guna menghindari dampak buruk dari paparan asap sisa pembakaran ban yang mengandung zat kimia berbahaya bagi pernapasan.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST