Friday 23rd of October 2026

Strategi Unik Kalam Salan Gunakan Bahasa Jawa di Parlemen Malaysia Agar Protes Kabut Asap Karhutla Didengar Pemimpin

Strategi Unik Kalam Salan Gunakan Bahasa Jawa di Parlemen Malaysia Agar Protes Kabut Asap Karhutla Didengar Pemimpin

--

NANAPULSE.com - Sebuah momen langka dan unik terjadi di Dewan Rakyat Malaysia. Sidang yang biasanya berlangsung formal dengan bahasa Melayu tiba-tiba dikejutkan oleh berkumandangnya bahasa Jawa. Aksi tidak biasa ini dilakukan oleh Kalam Salan, anggota parlemen oposisi dari koalisi Perikatan Nasional (PN) yang mewakili daerah pemilihan Sabak Bernam.

Bukan tanpa alasan, langkah ini sengaja diambil untuk mengirimkan pesan terbuka yang menohok langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 21 Oktober 2026, di tengah agenda pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran 2027.

Baca juga: Link Baca Manhwa Why You Don't Know It's a Girl? Chapter 52 Bahasa Indonesia, Rahasia Mulai Terungkap?

Kalam Salan memanfaatkan kesempatannya berbicara untuk menyentil persoalan klasik yang tak kunjung usai: kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berasal dari wilayah Indonesia. 

Anggota Parlemen Malaysia yang berbicara menggunakan bahasa Jawa adalah Kalam Salan (Kalam bin Salan). Ia merupakan politikus oposisi dari Partai Bersatu (Bersatu) yang mewakili daerah pemilihan Sabak Bernam. Aksi tersebut dilakukan dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia pada Rabu, 21 Oktober 2026. 

Kalam Salan menggunakan bahasa Jawa saat membacakan pesan terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memprotes dan mendesak penanganan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Baca juga: Highlight Manhwa Cry or Better Yet, Beg Chapter 91 Bahasa Indonesia, Pembebasan Paman Layla!

Protes Keras Berbalut Bahasa Daerah

Kalam Salan memulai penyampaiannya dengan bahasa Melayu standar untuk menjelaskan kondisi kualitas udara di wilayah Malaysia yang kian memburuk akibat kiriman asap. Namun, suasananya berubah ketika ia memutuskan beralih menggunakan bahasa Jawa ngoko yang fasih.

Langkah ini ia ambil agar kritik serta desakannya bisa menyentuh langsung dan lebih dipahami oleh para pucuk pimpinan di Indonesia, yang secara kultural didominasi oleh latar belakang suku Jawa.

Baca juga: Identitas Presiden BEM UMSura yang Jual Nama Aliansi BEM Surabaya, Diduga Kantongi Rp39 Juta dari Polisi!

Dalam petikan pidatonya, Kalam menyampaikan sapaan akrab, "Pak Browo, pripun kabare? Paringi waras nggih? Kulo arep ngomong soal kabut asap sing saben tahun kok Indonesia nganti Malaysia." (Pak Prabowo, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat. Saya ingin bicara soal kabut asap yang setiap tahun dari Indonesia sampai ke Malaysia).

Kalam Salan juga memanfaatkan mimbar parlemen untuk menyindir argumen lama yang sering dilontarkan secara berseloroh, bahwa hutan Indonesia selama ini telah berjasa menyuplai oksigen gratis bagi negara-negara tetangga. Dengan nada retoris, ia mempertanyakan apakah pohon-pohon di Malaysia itu terbuat dari plastik sehingga dianggap tidak menghasilkan oksigen sendiri.

Baca juga: 7,8 Juta Butir Obat Keras Ilegal di Sukoharjo Disita, Pabrik Ditutup Hingga 16 Orang Ditahan Kepolisian!

Ia meminta agar masalah kebakaran hutan ini tidak lagi dijadikan bahan gurauan. Kalam mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak cepat, mengerahkan upaya maksimal guna memadamkan titik-titik api, dan menghentikan kebiasaan membakar lahan.

Harapannya, langit kedua negara bisa kembali cerah, udara menjadi bersih, dan masyarakat serumpun dapat hidup berdampingan dengan sehat tanpa harus menderita karena kepungan asap setiap tahunnya. Momen unik ini langsung memicu perbincangan hangat, baik di kalangan politisi Malaysia maupun netizen di tanah air.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST