Kisah Embun Siswi Disabilitas Tidak Mampu Masuk Desil 9 Viral, Ayah Kerja Serabutan Ramai jadi Bincangan
--
NANAPULSE.com - Amanda Embun Widianti, seorang siswi kelas 10 di SLB Negeri Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tidak mendapatkan bantuan.
Siswi penyandang disabilitas rungu-wicara ini tidak lagi menerima bantuan pemerintah karena, berdasarkan Data Tunggal Sosial-Ekonomi Nasional (DTSEN), keluarganya masuk dalam kategori Desil 9.
Kenyataannya, ayah Amanda bekerja serabutan, sementara ibunya telah berpisah dari keluarga dan saat ini tinggal di Kalimantan. Amanda sendiri tinggal bersama neneknya.
Baca juga: Link Video Kakak Keponakan 1 vs 3 Full Durasi Lengkap, Isinya Bocor Ramai Diburu Netizen
Informasi yang dilansir dari kompas.com, Ruslan Abdul Ghoni, Kepala Sekolah SLB Negeri Mandiraja, menyatakan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah mengusulkan nama Amanda sebagai calon penerima bantuan melalui Sentra Satria Purwokerto (Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian Sosial).
"Embun sudah kami ajukan untuk mendapat bantuan melalui Sentra Satria. Itu pun atas dasar permohonan Sentra Satria untuk mengajukan daftar nama sebanyak 30 siswa," ujar Ruslan kepada wartawan pada Selasa (8 September 2026).
Menurut Ruslan, pihak sekolah tidak memiliki wewenang untuk menentukan siswa mana yang berhak menerima bantuan tersebut. Seleksi penerima didasarkan pada data tingkat kesejahteraan yang digunakan oleh Sentra Satria.
"Dari Sentra Satria sudah ada ketentuan bahwa yang mendapatkan bantuan, khususnya sebagaimana kemarin bantuan seperti alat tulis dan sebagainya itu adalah mereka yang tingkat ekonominya antara Desil 1 sampai 5. Untuk Embun ini masuk dalam desil 9," jelas Ruslan.
Ia menambahkan bahwa selain Embun, dua siswa lainnya di sekolah tersebut juga tidak mendapatkan bantuan karena tercatat dalam kategori Desil 6 dan 7.
Sekolah Hanya Berwenang Mengusulkan Nama
Ruslan menegaskan bahwa pihak sekolah hanya sebatas mengusulkan nama sesuai permintaan Sentra Satria. Keputusan akhir mengenai siapa yang menerima bantuan sepenuhnya berada di tangan penyelenggara program.
"Itu semata-mata wewenang dari pihak Sentra Satria karena kami hanya menerima, yang punya program adalah Sentra Satria," kata Ruslan.
Meskipun tidak terpilih untuk bantuan khusus ini, Embun tetap menerima bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) pada tahun ini.
Sekolah Berupaya Memastikan Pembagian yang Adil
Ruslan menyatakan bahwa pihak sekolah berupaya memastikan bantuan yang tersedia disalurkan secara merata kepada siswa yang membutuhkan.
"Embun dapat PIP, tahun ini juga masih dapat. Kami sudah coba bantuan kami sebar tidak hanya satu anak saja, pemerataan," ujar Ruslan.
Terkait rincian kondisi ekonomi keluarga Embun, Ruslan menyebutkan bahwa wali kelasnya lebih mengetahui hal tersebut.
"Kurang paham, karena yang lebih paham guru kelasnya," kata Ruslan.