Diduga Usai Kencan dengan Wanita di Muda, Kakek 75 Tahun di Tulungagung Ditemukan Tewas di Kamar Kos!
--
NANAPULSE.com - Di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar sewaan pada hari Senin (7 September 2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Pria lanjut usia tersebut diidentifikasi berinisial AH (76).
Rumah sewaan itu berlokasi di Dusun Ringinagung, Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru. Di lokasi kejadian, polisi menemukan tiga bungkus obat kuat pria; salah satunya sudah dikonsumsi.
Menurut pemilik rumah sewaan, AH pernah menyewa kamar bersama wanita yang sama pada tiga kesempatan berbeda.
"Kami mendapat laporan adanya orang meninggal dunia di kamar kos dan tiba sekitar pukul 15.00 WIB. Diduga kejadiannya pukul 14.00 WIB," jelas Kepala Subbagian Humas Polres Tulungagung, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Nanang Murdiyanto, pada Senin malam.
Baca juga: Guru dan Siswa SMAN 1 Tunjungan Blora Keracunan MBG, Total 136 Korban Kini Jalani Pemeriksaan
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh A, pemilik rumah sewaan tersebut. Saat ditemukan, AH dalam keadaan telanjang dan terlentang, serta sudah tidak bernapas. Kejadian tersebut dilaporkan kepada kepala dusun setempat dan kemudian diteruskan ke Polsek Kedungwaru.
Menurut keterangan A, korban tiba untuk menyewa kamar pada pukul 13.00 WIB. Lima belas menit kemudian, seorang wanita muda datang dan bergabung dengannya di dalam kamar. Setelah 30 menit, wanita muda itu terlihat keluar kamar sendirian, sementara AH tidak keluar.
"Pemilik kamar kos sewaan ini curiga, karena yang keluar hanya pihak perempuan. Apalagi perempuan itu bergegas pergi," ungkap Nanang.
A, yang merasa curiga, memeriksa kamar tersebut dan mendapati bahwa AH telah meninggal dunia. Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan tiga bungkus obat kuat merek "Okura"; salah satunya sudah dikonsumsi oleh korban.
Pemeriksaan fisik menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh AH.
"Jadi meninggalnya bukan faktor kekerasan. Ada hal lain, diduga serangan jantung karena pengaruh obat kuat,," tegas Nanang.
Jenazah AH dibawa ke Unit Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah dan meminta agar tidak dilakukan autopsi.
“Keluarga membuat surat pernyataan menolak autopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar Nanang. (*)