Thursday 5th of November 2026

Penyebab Konser Andrea Bocelli di Jakarta Ditolak, Lokasi Digeruduk Massa Hingga Pagar Dijebol!

Penyebab Konser Andrea Bocelli di Jakarta Ditolak, Lokasi Digeruduk Massa Hingga Pagar Dijebol!

--

NANAPULSE.com - Kericuhan terjadi dalam konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Insiden tersebut melibatkan sekelompok pengunjuk rasa dan petugas keamanan.

Konser berlangsung pada Selasa (3 November 2026) antara pukul 19.00 hingga 23.00 WIB. Saat konser tengah berlangsung, sekelompok pengunjuk rasa tiba di lokasi untuk menentang acara tersebut. Berdasarkan informasi yang dilaporkan oleh detikcom, peristiwa berikut ini terjadi:

Pagar JIExpo Roboh

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, tampak pagar di kompleks JIExpo Kemayoran roboh, sementara aparat kepolisian berhadapan dengan massa. Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menyatakan bahwa sekitar 300 orang datang untuk melakukan unjuk rasa menentang konser tersebut.

"Sore hari mulai pukul 15.30-16.00 WIB ada aksi penyampaian aspirasi dari elemen masyarakat yang sudah memberikan pemberitahuan sebanyak 300 orang terkait tentang penolakan konser Andrea Bocelli," ujar Budi Hermanto di Kampung Boncos, Jakarta Barat, pada Rabu (4 November 2026).

Baca juga: Petunjuk Chapter 47 Manhwa I Dare You dalam Bahasa Indonesia, RAW! Pembullyan Tak Pernah Dibenarkan

Menjelang pukul 18.00 WIB, kelompok pengunjuk rasa lainnya tiba. Budi Hermanto menyebutkan bahwa mereka datang dari berbagai wilayah, termasuk Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Bogor, untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap konser Andrea Bocelli.

Budi Hermanto menyatakan bahwa meskipun sempat terjadi kericuhan, pihak kepolisian berhasil mengendalikan situasi.

"Intinya tadi malam ada insiden beberapa tapi alhamdulillah semua dapat terkendali," jelasnya.

Tidak Ada Penangkapan

Meskipun terjadi kericuhan, Budi mengonfirmasi bahwa tidak ada penangkapan yang dilakukan. Namun, beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

"Untuk yang diamankan tidak ada, termasuk kehadiran Habib BS (Bahar Smith) juga hadir, yang bersangkutan juga dalam kondisi luka ada bekas lemparan dan itu diakui, diklaim dari kelompok mereka sendiri karena dari belakang melempar tidak sampai kepada petugas yang kena Habib BS dan itu juga ditangani diobati oleh pihak Dokkes, ada juga dokumentasinya kepada kita," ujar Budi.

Budi juga mengonfirmasi bahwa seluruh peserta yang hadir di lokasi berhasil dievakuasi. Ia mengakui sempat terjadi kepadatan lalu lintas saat massa berupaya meninggalkan area tersebut.

"Intinya setelah selesai artis juga dievakuasi secara aman, para penonton, tamu undangan juga pulang memang sedikit adanya tingkat kemacetan karena beberapa pintu dibuka untuk kelancaran arus lalu lintas," jelasnya.

33 Orang Terluka

Puluhan orang, termasuk petugas keamanan dan masyarakat umum, dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

"Setelah pelemparan batu, ada 33 petugas yang terluka, termasuk dari TNI, kepolisian, dan ada warga masyarakat," kata Budi Hermanto.

Budi Hermanto menyatakan bahwa para korban luka telah mendapatkan penanganan medis segera di lokasi oleh tim kesehatan Polda Metro Jaya (Biddokkes). Beberapa korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Ini juga sudah dilakukan penanganan oleh Biddokkes Polda Metro Jaya, sisa 3 yang masih dilakukan rawat inap di beberapa rumah sakit," ujarnya.

Budi Hermanto menyebutkan bahwa korban yang dirawat di rumah sakit mengalami berbagai kondisi, mulai dari gangguan pernapasan hingga luka akibat lemparan benda-benda oleh massa.

"Ya dalam kondisi luka ataupun terimpit sesak napas karena diserang dari adanya pelemparan batu kayu dan lain-lain dari pihak yang melakukan aksi penyampaian aspirasi," tambahnya.

Para pengunjuk rasa mulai berdatangan sejak sore hari untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap konser Andrea Bocelli.

Baca juga: Masih Trending! Link Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Jadi Incaran, Sosok Pemerannya Bikin Terpesona

"Yang kedua, di sore hari mulai pukul 15.30-16.00 WIB ada aksi penyampaian aspirasi dari elemen masyarakat yang sudah memberikan pemberitahuan sebanyak 300 orang terkait tentang penolakan konser Andrea Bocelli," ujarnya.

Kelompok pertama selesai menyampaikan aspirasi mereka sekitar pukul 18.00 WIB, kemudian membubarkan diri. Tak lama berselang, kelompok lain tiba dari berbagai wilayah, dengan tuntutan yang sama: menolak konser Andrea Bocelli.

"Ternyata dari beberapa wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara hadir, termasuk dari Bogor hadir untuk melakukan penolakan. Sudah dilakukan pengamanan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya bersama Dandim dan seluruh stakeholder dalam mengamankan memberikan pelayanan terhadap dua kegiatan tadi" jelasnya.

Petugas sudah tiga kali mempertemukan massa aksi dengan pihak panitia. Namun, karena tidak ada titik temu, timbul kericuhan hingga pelemparan batu.

“Akhirnya ini bisa berjalan dengan baik dan damai walaupun sudah dilakukan kegiatan audiensi pertemuan antara pihak yang menolak adanya pelaksanaan konser dengan pihak penyelenggara dan panitia. Sudah diadakan pertemuan tiga kali tetapi ini tidak menemukan titik temu, akhirnya terjadi pelemparan batu kepada petugas pengamanan,” tutupnya.

Menjelang tengah malam, petugas berhasil membubarkan massa. Namun, polisi tidak menyampaikan ada yang diamankan dalam kejadian tersebut.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST