Thursday 22nd of October 2026

Heboh! Aliansi Mahasiswa BEM Surabaya Diduga Dijual ke Polisi, Pelaku Presiden BEM UMSura Kini Ramai Diburu

Heboh! Aliansi Mahasiswa BEM Surabaya Diduga Dijual ke Polisi, Pelaku Presiden BEM UMSura Kini Ramai Diburu

--

NANAPULSE.com - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSura), yang diidentifikasi dengan inisial 'N', tengah menjadi sorotan menyusul dugaan permintaan dana sebesar Rp39 juta kepada pihak kepolisian, yang mengatasnamakan "Aliansi BEM Surabaya".

Persoalan ini mencuat di media sosial setelah tangkapan layar percakapan pesan singkat dan dokumen proposal kegiatan—yang dikaitkan dengan individu tersebut—mulai beredar.

Dugaan ini muncul setelah seorang pengguna Threads, @iniolaaaa, mengunggah informasi mengenai permintaan dana untuk acara bertajuk "Pelantikan Aliansi BEM Surabaya" tertanggal Rabu, 21 Oktober 2026.

Unggahan tersebut menyertakan dokumen yang tampak seperti proposal resmi, lengkap dengan kop surat, stempel resmi Aliansi BEM Surabaya, serta tanda tangan Koordinator Umum. Dokumen tersebut memuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan total sebesar Rp39.150.000.

Baca juga: Motif Penembakan Bharatu Valdo Masih Diselidiki, Tersangka Bharada Andika Kini Ditahan Kepolisian!

Pengguna tersebut juga menuding bahwa individu yang bersangkutan telah menyalahgunakan posisinya dalam organisasi kemahasiswaan untuk keuntungan pribadi.

"Saya punya bukti permainan dari Aliansi BEM Surabaya, yang mana presiden UMSura sekaligus sebagai Koordinator Umum Aliansi Surabya telah memanfaatkan kekuasannya dengan menggunakan nama aliansi untuk kepentingan pribadi dengan meminta dana ke Polda dan Polres," demikian bunyi pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Lantas, siapakah sebenarnya Presiden BEM UMSura yang berinisial 'N' tersebut? Berikut informasi yang saat ini beredar.

Siapakah Presiden BEM UMSura yang Berinisial 'N'?

Identitas asli dari Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSura)—yang disebut dengan inisial 'N' atau 'NID'—hingga saat ini belum dapat dipastikan.

Informasi mengenai sosok tersebut sejauh ini hanya beredar di media sosial dan belum diverifikasi oleh sumber resmi, baik dari pihak universitas maupun organisasi kemahasiswaan terkait.

Berdasarkan informasi yang beredar, seseorang dengan inisial N atau NID disebut-sebut menjabat sebagai Koordinator Umum Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Surabaya. Sosok ini juga dikaitkan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) di Umsura (Universitas Muhammadiyah Surabaya) untuk angkatan 2023.

Kendati demikian, rincian mengenai nama lengkap, jabatan resmi, serta keterlibatan spesifik orang tersebut dalam pengajuan proposal—yang kini menuai sorotan publik—masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Baca juga: Tunduk pada Cinta! Ringkasan Manhwa BL A Guide for Proper Foresight Chapter 9 Indonesia Scan

Selain itu, di tengah dugaan adanya permintaan dana sebesar Rp39,15 juta kepada pihak kepolisian yang mengatasnamakan Aliansi BEM Surabaya, penting untuk membedakan antara informasi mengenai peran dalam organisasi dengan tuduhan yang ditujukan kepada individu tertentu.

Informasi yang beredar di media sosial tidak cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh individu yang bersangkutan.

Perhatian publik terhadap Ketua BEM Umsura—yang diidentifikasi dengan inisial N—semakin meningkat menyusul klaim bahwa akun media sosial miliknya telah dihapus atau dinonaktifkan. Namun, laporan ini belum diverifikasi secara independen.

Belum dapat dipastikan apakah akun-akun tersebut benar-benar dihapus, dinonaktifkan oleh pemiliknya, atau sekadar tidak dapat diakses karena alasan lain. Status akun media sosial tersebut, dengan sendirinya, tidak dapat dijadikan bukti untuk mendukung tuduhan yang saat ini tengah beredar.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST