Monday 5th of October 2026

Nirempathy di Tengah Musibah: Sorotan Tajam atas Viral Konten Parodi Amnesia oleh Oknum Karyawan SPPG

Nirempathy di Tengah Musibah: Sorotan Tajam atas Viral Konten Parodi Amnesia oleh Oknum Karyawan SPPG

--

NANAPULSE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat sejatinya bertujuan baik untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Namun, implementasi program nasional yang sangat masif ini tak luput dari berbagai dinamika lapangan, termasuk insiden keracunan makanan yang sempat menimpa sejumlah siswa di beberapa daerah.

Di tengah situasi sensitif yang memicu kekhawatiran mendalam bagi para orang tua murid, sebuah polemik baru justru mencuat ke permukaan dan memicu kemarahan publik yang luar biasa di jagat maya. Kegaduhan ini bersumber dari tindakan oknum karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membuat konten video parodi tentang hilang ingatan atau amnesia, yang dinilai sangat minim empati.

Baca juga: Deretan Kontroversi Arya Wedakarna: Antara Pembelaan Adat dan Riuh Polemik Publik Yang Menjadi Sorotan

Akar dari gelombang kecaman netizen ini bermula ketika potongan video milik seorang oknum karyawati SPPG beredar luas di berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan X (Twitter).

Dalam unggahan video tersebut, sang perempuan tampak melakukan gestur tubuh dan raut wajah berlebihan layaknya seseorang yang sedang mengalami kebingungan atau hilang ingatan yang parah, lengkap dengan tambahan tulisan teks visual berbunyi "Aaaaghhh Aku Lupa".

Konteks visual tersebut langsung diidentifikasi secara cepat oleh warganet sebagai sebuah sindiran atau ejekan langsung yang ditujukan kepada Febiona Purba, seorang siswi korban keracunan massal program MBG di Karo, Sumatera Utara, yang sempat diberitakan mengalami kejang hebat hingga kehilangan memorinya pasca-insiden medis tersebut.

Baca juga: PNS-Damkar-Pelajar Satukan Kekuatan Demo Anggaran Pemerintah, Prancis Membara!

Berikut adalah poin-poin penting terkait kontroversi tersebut:

1. Isi Konten yang Diperdebatkan

Dalam video yang beredar luas, oknum karyawan perempuan tersebut membuat gestur tubuh dan raut wajah pura-pura lupa ingatan dengan memunculkan tulisan seperti "Aaaaghhh Aku Lupa" saat membahas makanan MBG. Perilaku ini langsung diidentifikasi warganet sebagai ejekan terhadap kondisi penderitaan nyata yang dialami oleh korban keracunan. 

2. Pembelaan Pelaku yang Menuai Kritik

Setelah videonya diserbu kecaman netizen, pelaku sempat memberikan klarifikasi. Ia berdalih bahwa konten tersebut murni ditujukan sebagai "edukasi" untuk menunjukkan bahwa makanan MBG tetap aman dikonsumsi dan tidak "seram" seperti narasi yang beredar di media sosial. Bukannya meredam situasi, pelaku justru dihujat lebih keras karena sempat terlihat enggan meminta maaf dan merasa tidak melakukan kesalahan. 

Baca juga: Membantai Kepala Desa Serta Semua Orang? Rekomendasi Link Ode of the Brave Chapter 12 Scan Indonesia

3. Sanksi Tegas Pemecatan

Akibat kegaduhan nirempati ini, pihak instansi terkait langsung mengambil langkah disipliner yang sangat tegas. Oknum petugas SPPG yang membuat konten saat siaran langsung maupun video parodi tersebut dilaporkan telah resmi diberhentikan (dipecat) dari pekerjaannya karena dinilai telah mencoreng nama baik institusi di tengah kekhawatiran para orang tua murid. 

Merespons keresahan publik yang kian meluas, pihak otoritas terkait dari Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil langkah disipliner yang sangat tegas dan tanpa kompromi.

Guna menjaga integritas institusi serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG, oknum petugas SPPG yang terbukti melanggar kode etik penyiaran publik dan nilai kemanusiaan tersebut kini telah resmi diberhentikan secara permanen dari pekerjaannya.

Baca juga: Highlight Manhwa Borderline Chapter 42 Bahasa Indonesia Nanjo Sengaja Bikin Mokyeon Tak Berdaya

Langkah pemecatan ini diharapkan menjadi efek jera yang nyata agar tidak ada lagi aparatur maupun mitra pelaksana negara yang bertindak ceroboh dalam bermedia sosial.

Kasus video parodi amnesia ini menjadi refleksi dan pengingat yang sangat berharga bagi semua pihak. Profesionalisme seorang pelayan publik tidak hanya diuji dari kecakapannya dalam bekerja di dapur gizi, melainkan juga dari kemampuannya dalam menjaga lisan, sikap, dan rasa empati yang tinggi terhadap setiap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat luas.

Kasus ini menjadi sorotan tajam publik sekaligus pengingat keras bagi para petugas pelaksana program negara untuk menjaga profesionalisme dan tidak menjadikan musibah kesehatan masyarakat sebagai bahan lelucon demi konten digital. 

Source:

Update Terbaru

RELATED POST