Pendaki Ilegal Gunung Semeru Sempat Hilang, Begini Kronologi Lengkapnya Hingga Kena Blacklist!
--
NANAPULSE.com - Muhammad Isa Daus dilaporkan tersesat setelah terpisah dari kelompoknya yang berjumlah delapan orang, termasuk dirinya sendiri.
Sementara itu, tujuh pendaki lainnya diamankan oleh petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di lereng Gunung Semeru, di wilayah Kecamatan Tirtoyudo. Para pendaki ilegal ini diamankan karena nekat memasuki kawasan Gunung Semeru saat jalur pendakian sedang ditutup secara resmi.
Pendaki yang sempat hilang tersebut berhasil diselamatkan oleh tim Search and Rescue (SAR) pada Selasa malam, 8 September 2026. Bagaimana kronologi kejadian terkait pendaki ilegal yang hilang di Gunung Semeru tersebut? Berikut penjelasannya.
Kronologi Pendaki Ilegal yang Hilang di Gunung Semeru
Sebuah kelompok yang terdiri dari delapan orang mendaki Gunung Semeru secara ilegal melalui jalur yang bermula di situs arkeologi Candi Jawar, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Informasi yang dilansir dari grid.id, Tujuh dari delapan pendaki tersebut diamankan oleh petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat sedang turun dari lereng gunung pada Senin malam, 7 September 2026.
Baca juga: Kasus Bullying Hingga Penganiayaan 2 Siswi MTs di Garut Viral, 7 Pelaku Kiini Diamankan Polisi!
Sementara itu, satu pendaki tertinggal dari kelompoknya dan tersesat di dekat area Puncak Limpak, Gunung Semeru. Berdasarkan urutan kejadian, pendakian tersebut dimulai pada Sabtu sore, 5 September 2026.
Teguh Wiono, pemimpin tim pencarian pendaki ilegal tersebut, menyatakan bahwa awalnya hanya tiga pendaki yang berangkat secara ilegal melalui jalur situs arkeologi menuju puncak Gunung Semeru. Di tengah perjalanan, ketiga pendaki ilegal ini bertemu dengan kelompok lain yang terdiri dari lima orang.
Kedua kelompok kemudian melanjutkan perjalanan bersama, sehingga total pendaki ilegal menjadi delapan orang. Namun, saat pendakian menuju puncak Semeru berlangsung, satu pendaki ilegal bernama Isa tertinggal dari kelompoknya.
"Kedua kelompok tersebut melanjutkan perjalanan bersama sehingga jumlah pendaki (ilegal) menjadi delapan orang," ujar Teguh.
Teguh menyebutkan bahwa salah satu faktor yang menyulitkan para pendaki untuk memantau posisi satu sama lain adalah kondisi medan di sepanjang jalur tersebut yang sangat berbahaya dan curam.
"Medannya sangat curam. Tebing di kanan dan kiri menutup pandangan, sehingga sulit melihat dan mendengar keberadaan pendaki lain," ujarnya.
Isa (pendaki yang tersesat) menyatakan bahwa ia adalah satu-satunya anggota kelompok yang berhasil mencapai puncak Gunung Semeru; tujuh pendaki lainnya tidak dapat melanjutkan perjalanan karena kelelahan fisik.
Namun, saat turun, Isa dan anggota kelompok lainnya dilaporkan mengambil jalur yang berbeda. Pemisahan ini membuat Isa semakin terisolasi hingga akhirnya ia tersesat.
"Tujuh pendaki lainnya berhasil diamankan di kawasan kampung yang telah dijaga petugas," ungkap Teguh.
Pendaki Tersesat Ditemukan
Pendaki yang tersesat itu akhirnya ditemukan setelah Teguh menerima laporan melalui WhatsApp dari keluarga pendaki pada Senin sore. Ia dievakuasi pada Selasa malam dari lereng barat—tepatnya di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
"Kalau binatang buas tidak ada, tetapi medan tebing dan bebatuannya sangat terjal," katanya.
Masuk Daftar Hitam Seluruh Kawasan Konservasi
Menurut Surya.co.id, delapan pendaki ilegal di Gunung Semeru tersebut telah dimasukkan ke dalam daftar hitam kawasan konservasi.
Mereka masuk daftar hitam karena nekat menerobos masuk ke Gunung Semeru saat gunung tersebut ditutup total untuk pendakian oleh pihak pengelola TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)—penutupan yang telah berlaku sejak 26 Agustus akibat kebakaran hutan di kawasan Blok Ranu Kembang.
Pihak TNBTS juga berkomitmen untuk memperketat pengawasan di jalur-jalur tidak resmi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
"Yang jelas blacklist untuk kunjungan ke seluruh kawasan konservasi dan kami juga sudah berkoordinasi dengan penegak hukum. Tentu ya kami melaksanakan patroli bersama warga," ujarnya.