Thursday 10th of September 2026

Penyebab Guru di MAN 3 Nganjuk Meninggal Dunia, Usai Terlibat Cekcok dengan Siswa Kini Sekolah Beri Klarifikasi

Penyebab Guru di MAN 3 Nganjuk Meninggal Dunia, Usai Terlibat Cekcok dengan Siswa Kini Sekolah Beri Klarifikasi

--

NANAPULSE.com - Kabar duka datang dari keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Nganjuk. Suaidi, seorang guru Geografi di MAN 3 Nganjuk, dikabarkan meninggal dunia pada tanggal 5 September 2026.

Sebelum meninggal, Suaidi dilaporkan sempat kehilangan kesadaran setelah diduga terlibat perselisihan dengan seorang siswa di lingkungan sekolah pada tanggal 1 September 2026.

Perselisihan antara guru dan siswa tersebut kabarnya bermula saat Suaidi berada di kamar kecil sekolah. Sekelompok siswa menggedor-gedor pintu kamar kecil, yang membuat Suaidi merasa terganggu.

Suaidi kemudian mencari para siswa yang melakukan tindakan tersebut; salah satunya adalah F, seorang siswa kelas 11. Suaidi mencoba menegur siswa itu dengan menarik telinganya, namun tangannya ditepis, yang menyebabkan sang guru hampir terjatuh.

Baca juga: Kisah Embun Siswi Disabilitas Tidak Mampu Masuk Desil 9 Viral, Ayah Kerja Serabutan Ramai jadi Bincangan

Seorang guru lain segera datang membantu Suaidi duduk di teras sekolah dan memberinya minum. Saat hendak kembali mengajar, Suaidi merasa pusing ketika menaiki tangga dan kembali duduk untuk menenangkan diri.

Namun, kondisinya tidak membaik; guru Geografi tersebut justru mulai muntah dan akhirnya kehilangan kesadaran. Pihak sekolah membawanya ke Puskesmas, dan ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah Kediri untuk penanganan lebih lanjut.

Mohammad Ikwanus Sofa, humas MAN 3 Nganjuk, membenarkan bahwa pihak sekolah telah membawa Suaidi ke Puskesmas pada tanggal 1 September 2026, sebelum ia dirujuk ke rumah sakit.

Suaidi dikabarkan meninggal dunia pada 5 September 2026; berita ini dilaporkan oleh JatimNetwork.com yang mengutip unggahan dari akun TikTok @_degarzan. Suaidi adalah seorang guru Geografi yang berasal dari Tamanan, Kota Kediri, Jawa Timur.

Ia meninggal dunia pada usia 54 tahun, dan jenazahnya dimakamkan di Bumi Panjalu. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai Suaidi—seperti rincian tentang istri dan anak-anaknya—yang dipublikasikan.

Baca juga: Terungkap! Video Kepsek-Guru Pekalongan yang Indehoy di Sekolah Dijebak, Warga Sekolah Sengaja Pasang CCTV

Pihak keluarga menolak dilakukan pemeriksaan jenazah (autopsi) dan menerima bahwa kematiannya disebabkan oleh kondisi medis yang sudah ada sebelumnya. Diketahui bahwa Suaidi memiliki riwayat penyakit stroke dan hipertensi.

Pihak sekolah juga mengonfirmasi bahwa Suaidi tidak mengalami pengeroyokan saat insiden tersebut terjadi. Kapolsek Prambon, AKP Afrizal Akbar Haris, membenarkan laporan tersebut.

Afrizal menjelaskan bahwa kematian Suaidi bukan disebabkan oleh tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siswa, melainkan akibat kondisi medis sebagaimana tercantum dalam rekam medisnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Nganjuk, AKP M Patria Pratama, memastikan bahwa kasus ini tidak akan berlanjut ke proses hukum, sesuai dengan keputusan pihak keluarga almarhum.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST