Misteri Kasus Kematian Mahasiswi S-3 Keperawatan Universitas Indonesia yang Ditemukan Terbujur Kaku di Atas Kasur Kamar Indekos
--
NANAPULSE.com - Dunia pendidikan tinggi kembali dikejutkan oleh kabar duka dari civitas akademika Universitas Indonesia (UI). Seorang mahasiswi Program Doktor (S-3) Fakultas Ilmu Keperawatan UI berinisial BM (36) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar indekosnya.
Jasad korban ditemukan dalam kondisi sudah mulai membusuk di sebuah rumah kos yang terletak di Jalan Kabel, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat. Penemuan tragis ini terjadi pada Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, dan langsung memicu kehebohan di kalangan penghuni kos serta warga sekitar.
Penemuan jasad wanita asal Papua tersebut bermula dari kecurigaan penjaga kos berinisial S. Selama beberapa hari terakhir, S mencium bau menyengat yang sangat mengganggu dari area lorong lantai kamar korban. Kecurigaan semakin menguat karena korban tidak terlihat keluar kamar selama berhari-hari, padahal lampu di dalam kamarnya tampak menyala.
Penjaga kos sempat mencoba mengetuk pintu kamar beberapa kali dan memanggil nama korban, namun tidak ada respons sama sekali dari dalam. Karena pemilik kos sedang tidak berada di lokasi, S akhirnya memutuskan untuk membuka paksa pintu kamar tersebut bersama ketua RT setempat.
- Kronologi Penemuan: Insiden terungkap setelah penjaga kos berinisial S mencium aroma busuk menyengat dari arah kamar korban. Karena pemilik kos tidak berada di tempat dan korban tidak merespons ketukan, penjaga kos berinisiatif membuka paksa pintu kamar. Korban asal Papua ini ditemukan dalam posisi telentang di atas kasur.
- Perkiraan Waktu Kematian: Berdasarkan pemeriksaan awal dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Polres Metro Depok serta Polsek Beji, korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 3 hingga 7 hari sebelum ditemukan.
- Penyebab Kematian: Penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan intensif. Pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi resmi dari tim medis guna memastikan apakah ada indikasi tindak pidana atau penyebab medis lainnya.
- Sosok Korban: Pihak pengelola kos menyebutkan bahwa korban telah menghuni kos tersebut sejak Agustus 2026. Selama tinggal di sana, mendiang dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang bersosialisasi dengan penghuni kos lainnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal dari tim medis dan kepolisian di lokasi kejadian, korban diperkirakan sudah mengembuskan napas terakhirnya sekitar tiga hingga tujuh hari sebelum ditemukan. Perkiraan ini didasarkan pada kondisi fisik jenazah yang sudah mengalami pembusukan lanjut.
Baca juga: Heboh! Video Santri Dipukuli Guru di Ponpes Bogor Bocor, Ramai Tuai Kontroversi di Media Sosial
Polisi langsung mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Raden Said Sukanto (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan proses autopsi mendalam. Penyelidikan intensif terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian mahasiswi program doktor tersebut, apakah karena penyakit atau ada indikasi tindak pidana.
Menurut keterangan dari pengelola kos, korban diketahui baru menempati kamar tersebut sejak bulan Agustus 2026 untuk melanjutkan studi pascasarjananya di UI. Selama beberapa bulan tinggal di sana, korban dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup, pendiam, dan jarang bersosialisasi dengan penghuni kos lainnya.
Karakteristik ini membuat para tetangga kos tidak menaruh curiga pada awalnya ketika korban tidak terlihat keluar kamar selama berhari-hari. Pihak Universitas Indonesia melalui humasnya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu mahasiswa terbaik mereka dan menyatakan akan kooperatif membantu kepolisian jika diperlukan.
Baca juga: Ajudan yang Kurang Ajar! Teori Terkuat Manhwa I Only Need the Duke's Child Chapter 37 Indonesia Scan
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian antarsesama penghuni lingkungan tempat tinggal, terutama di area indekos yang sering kali individualis. Kepergian BM meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta rekan-rekan akademisinya yang berharap misteri di balik kematiannya dapat segera terungkap secara terang benderang melalui penyelidikan kepolisian.