Saturday 24th of October 2026

Miris! Kronologi Kasus 14 Siswi SMP di Tangsel Dibully Oleh Kakak Kelas, Salah Satunya Sampai Muntah Darah

Miris! Kronologi Kasus 14 Siswi SMP di Tangsel Dibully Oleh Kakak Kelas, Salah Satunya Sampai Muntah Darah

--

NANAPULSE.com - Pembahasan kali ini adalah update mengenai informasi yang belakangan ini santer beredar di media sosial terkait dengan kasus perundungan yang lagi-lagi terjadi di bangku pendidikan Indonesia. Mari simak faktanya yang wajib kamu tau di bawah ini hingga usai! 

Baru-baru ini diketahui sejumlah 14 pelajar perempuan di salah satu SMP di Tangerang Selatan diduga mengalami perundungan oleh kakak kelasnya pada Jumat (9/10/2026) malam. Bagaimana kronologi dan update terkininya? Mari simak pembahasannya di sini!

Baca juga: Video Kerudung Biru di Mobil Viral Bikin Heboh Netizen Jagat Maya! Rekaman Amatir ini Sedang Banyak Dicari Kebenarannya

Kronologi Kasus 14 Siswi SMP di Tangsel Dibully

Dalam sejumlah laporan disebutkan bahwa ke 14 siswi tersebut pada mulanya mengaku diajak bermain menggunakan puntung rokok. Yang mana lewat permainan itu, siswi yang kalah harus meminum cairan racikan khusus yang dibuat oleh para senior.

Melalui keterangan yang diperoleh dari orangtua para siswi menyebut, anak-anak mengalami sakit perut setelah meminum cairan itu. Kondisi ini bahkan membuat sejumlah siswi tidak bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Setelah menerima laporan terkait insiden ini, pihak sekolah telah meneruskan informasi mengenai dugaan perundungan itu kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan.

Dinyatakan bahwa salah satu ibu siswi berinisial A (33) mengungkapkan awal mula dugaan perundungan yang dialami anaknya. Malam itu, anaknya mengaku diajak berkumpul di sebuah warung kopi oleh kakak kelasnya.

Tak berhenti di situ, para korban diminta mengikuti permainan menggunakan puntung rokok. Selain itu,para siswi harus merokok. Peserta yang abunya jatuh dinyatakan kalah dan harus menenggak cairan racikan yang disiapkan para senior.

"Racikannya itu ada kopi liong, saos, kecap, lada bubuk, bawang putih, air ludah, air keran, sama cuka. Itu diminumkan ke anak-anak," kata A.

Salah Satunya Sampai Muntah Darah

Berdasarkan keterangan A, anak-anak tidak bisa begitu saja meninggalkan lokasi hingga pukul 22.00 WIB. Mereka juga dipaksa kembali meminum cairan tersebut jika ingin pulang lebih awal.

Baca juga: Gudang Penyimpanan Ban Bekas PT Energy Hai Xin Mojokerto Terbakar! Penyebab Pasti Masih Diselidiki Mendalam Oleh Aparat

Usai kejadian itu, A mengalami sakit perut berkepanjangan. Kondisi tersebut membuatnya beberapa kali tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

A mengatakan, anak-anak tidak berani menceritakan kejadian tersebut kepada orangtua masing-masing karena merasa mendapat ancaman dari tiga seniornya.

Kepala sekolah, Kunardi, mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan perundungan tersebut pada Selasa (13/10/2026). Kunardi menjelaskan, pemanggilan itu bertujuan membangun kolaborasi antara sekolah dan orangtua serta meningkatkan pengawasan terhadap anak.

Guna menindaklanjuti laporan itu, pihak sekolah juga telah meneruskannya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dindikbud Tangsel, Eka Andries, mengatakan pihaknya tengah menindaklanjuti laporan tersebut.

Eka menyebutkan bahwa pendampingan terhadap para siswi menjadi salah satu hal yang perlu diprioritaskan, selain upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan di sekolah-sekolah. Kepolisian turut menyelidiki dugaan perundungan yang disebut terjadi di luar lingkungan sekolah tersebut.

"Kami dari kepolisian, Polsek Ciputat Timur Polres Tangerang Selatan, menyampaikan kepada pihak sekolah melalui UPTD-nya, tolong masalah ini bisa diberikan data seakurat mungkin, sedetail mungkin. Jadi, akurasi informasi data itu lebih penting," jelas pihak kepolisian.

Demikianlah informasi duka kali ini. Semoga korban dan keluarga diberikan ketabahan untuk segera pulih dari kejadian kali ini. Mari kita berdoa untuk korban!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST