Monday 5th of October 2026

Kebakaran Hebat Landa Kawasan Taman Wisata Alam Ruteng di NTT: Gerak Cepat Petugas Berhasil Lokalisasi Api

Kebakaran Hebat Landa Kawasan Taman Wisata Alam Ruteng di NTT: Gerak Cepat Petugas Berhasil Lokalisasi Api

--

NANAPULSE – Kawasan hutan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng, yang terletak di wilayah administrasi Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat dilanda kepanikan setelah peristiwa kebakaran melanda sebagian areanya pada Minggu (4/10/2026) malam.

Titik api pertama kali terdeteksi berkobar sekitar pukul 19.00 WITA di dekat jalan raya utama Trans Flores, tepatnya di sekitar wilayah Resort Ranamese, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese. Kondisi vegetasi hutan yang mengering akibat dampak musim kemarau panjang membuat kobaran api sempat merembet dengan cepat dan membakar dedaunan, semak-semak, serta pepohonan kering di dalam area konservasi tersebut.

Baca juga: Menuju ASEAN GAMES Doha 2030: Era Baru Kebangkitan Panggung Olahraga Timur Tengah di Kancah Asia

Berdasarkan laporan kronologi di lapangan, posisi kebakaran hutan lindung ini berjarak kurang lebih 1,5 kilometer dari destinasi wisata andalan setempat, yakni Danau Rana Mese. Beruntung, kewaspadaan tinggi dari masyarakat sekitar dan deteksi dini dari pihak pengelola membuat musibah ini langsung ditangani dengan sangat responsif.

Begitu mendapat laporan adanya kepulan asap dan kobaran api yang memerah di kegelapan malam, tim gabungan yang terdiri dari 15 personel Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ruteng, aparat keamanan, bersama dengan 21 warga lokal dari Desa Golo Loni langsung bergerak cepat melakukan upaya pemadaman darurat.

Baca juga: Link Video Viral Its Anggi Full Durasi HD No Sensor! Buruan Download Sebelum Dihapus Admin

Berikut adalah poin penting dari peristiwa kebakaran tersebut:
  • Lokasi Kejadian: Titik api berada di bagian barat jalan raya Trans Flores, dekat Resort Ranamese, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese. Jarak lokasi kebakaran dari destinasi wisata Danau Rana Mese diperkirakan sekitar 1,5 kilometer.
  • Luas Lahan Terbakar: Berkat respons cepat dari petugas, area yang hangus terbakar berhasil dilokalisasi sehingga hanya mencakup sekitar seperempat hektare (atau sekitar 360 meter persegi). 
  • Proses Pemadaman: Pemadaman berlangsung cepat selama kurang lebih 21 menit setelah tim tiba. Proses ini melibatkan armada pemadam kebakaran dari Kota Borong, 15 petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ruteng, serta dibantu oleh 21 warga sekitar. Petugas sempat terkendala pasokan air yang harus diambil langsung dari kota karena kondisi vegetasi hutan yang sangat kering.
  • Dampak Kerugian: Kebakaran dipastikan terjadi murni di dalam kawasan hutan lindung. Tidak ada korban jiwa maupun bangunan/permukiman warga yang terbakar dalam insiden ini.

Baca juga: Setiap Pencapaian Terasa Sangat Berharga! Link Spoiler Hell Mode Chapter 108 Scan Indonesia

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa berkat keberhasilan melokalisasi area karhutla, dampak kerusakan akibat kebakaran ini dapat ditekan seminimal mungkin. Luas lahan vegetasi yang hangus terbakar diperkirakan hanya mencakup area seluas seperempat hektare atau sekitar 360 meter persegi.

BKSDA setempat memastikan bahwa peristiwa ini terjadi murni di zona luar kawasan pemanfaatan wisata. Oleh karena itu, tidak ada korban jiwa, luka-luka, maupun bangunan fasilitas publik dan permukiman warga yang terdampak atau mengalami kerusakan dalam insiden malam tersebut.

Baca juga: Platform Resmi Manga Darkness Heels -Lili- Full Chapter Bahasa Indonesia Kisah Kegelapan Kelima Pahlawan

Meskipun api telah sepenuhnya padam, petugas gabungan tetap disiagakan di sekitar lokasi kejadian untuk melakukan proses pendinginan (cooling down) guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi di bawah permukaan tanah kering yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Kasus kebakaran di kawasan TWA Ruteng ini kembali menjadi pengingat yang sangat berharga bagi masyarakat, pelaku pariwisata, dan pelintas jalan raya Trans Flores untuk meningkatkan kewaspadaan penuh selama musim kemarau, terutama dengan menghindari tindakan ceroboh seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuat api unggun di area rawan krisis air.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST