HEBOH! Turis Asal India Dijambret di Kawasan Gondangdia Jakpus, Samsung S25 Melayang
--
NANAPULSE – Sebuah rekaman video viral memperlihatkan seorang wanita tengah menangis di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Disebut-sebut, wanita tersebut merupakan turis asal India yang menjadi korban penjambretan. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat korban histeris. Wanita tersebut menangis sambil memohon-mohon. "Please...," kata wanita tersebut.
Disebutkan korban tiba-tiba dijambret saat sedang menggunakan ponselnya di pinggir jalan di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam percakapan tersebut terungkap bahwa turis India itu baru saja dijambret. Dinarasikan peristiwa penjambretan tersebut terjadi pada Jumat 4 September 2026.
Sejumlah warga berusaha membantu menenangkan korban. Warga juga berusaha membantu membawa korban ke kantor polisi terdekat. "India," jawab wanita tersebut ketika ditanya asal negaranya.
Dikonfirmasi, Kasat Reserse Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Sang Ngurah Wiratama membenarkan adanya kejadian tersebut. Wira mengatakan pihaknya saat ini sedang menyelidiki kejadian tersebut. "Sudah kami monitor, masih kami lakukan penyelidikan," kata Wira saat dihubungi detikcom, Sabtu 5 September 2026.
Identitas pelaku maupun nomor polisi kendaraan belum diketahui sebab kejadian berlangsung cepat, kemudian usai mengambil ponsel, pelaku langsung melarikan diri. Kerugian materi korban mencapai sekitar Rp 18.600.000, nilai ponsel yang diambil dari tangannya.
Polisi tengah mendalami bukti di lokasi untuk mengidentifikasi pelaku serta mengungkap kasus penjambretan tersebut. "Masih dalam penyelidikan," tutup Braiel.
Polsek Metro Menteng sudah menerima laporan terkait kejadian tersebut. Setelah laporan diterima, petugas melakukan pengecekan atau olah tempat kejadian perkara di sekitar lokasi.
Baca juga: Link Download Video Guru Viral Pekalongan Full Durasi HD, Jangan Syok Lihat Isinya!
Pemeriksaan TKP menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Polisi bisa mencari berbagai informasi yang berpotensi mengarah kepada pelaku, termasuk kondisi sekitar lokasi serta kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas.
Bukan hanya itu saja, keterangan korban juga menjadi bahan bagi penyidik untuk menyusun kronologi kejadian. Informasi mengenai waktu, lokasi, arah perjalanan korban, sampai dengan ciri-ciri pelaku dapat membantu proses pencarian.
Penanganan kasus secara cepat menjadi penting supaya pelaku dapat segera ditemukan serta kejadian serupa tidak kembali terjadi terhadap masyarakat maupun wisatawan lainnya.
Peristiwa yang menimpa GR menjadi pengingat bagi wisatawan yang berada di Jakarta agar tetap menjaga barang pribadi selama melakukan perjalanan. Ponsel, dompet, kamera, dan barang berharga lainnya sebaiknya tidak diletakkan atau digunakan secara sembarangan di tempat yang ramai.
Wisatawan yang berjalan kaki juga perlu memperhatikan lingkungan sekitar, terutama ketika menggunakan telepon seluler untuk mencari arah atau membuka peta. Terlalu fokus pada perangkat dapat membuat seseorang kurang memperhatikan situasi di sekelilingnya.