Saturday 5th of September 2026

Pengeroyokan Pelajar SMP di Taman Kota Seri Kuala Lobam, Polisi Berhasil Amankan 2 Pelaku

Pengeroyokan Pelajar SMP di Taman Kota Seri Kuala Lobam, Polisi Berhasil Amankan 2 Pelaku

--

NANAPULSE - Berikut adalah informasi mengenai Pengeroyokan Pelajar SMP di Taman Kota yang sedang ramai di media sosial. Simak terus artikel di bawah ini biar kamu nggak ketinggalan informasi lengkapnya!

Aksi kriminal masih kerap terjadi di Indonesia setiap harinya. Jenisnya sangat beragam, mulai dari kejahatan jalanan seperti begal dan perampokan hingga tindakan yang membahayakan nyawa. Belakangan ramai di media sosial yang menunjukan sebuah rekaman video yang memperlihatkan Pengeroyokan Pelajar SMP di Taman Kota.

Ingin tahu lebih lanjut? Baca artikel ini sampai habis!

Baca juga: Siapa Leona Kanza? Selebgram asal Tasikmalaya yang Bikin Heboh Usai Bagikan Chat Cabul Dokter Obgyn

Kronologi Pengeroyokan Pelajar SMP di Taman Kota

Seorang siswa SMA berusia 13 tahun, yang diidentifikasi sebagai RV, diduga menjadi korban serangan geng di Taman Kota Seri Kuala Lobam, yang terletak di Jalan Indunsuri di Desa Teluk Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Provinsi Bintan.

Kekerasan tersebut terjadi pada Kamis, 27 Agustus 2026, sekitar pukul 20.00 (waktu Bintan Barat), dan videonya menjadi viral di media sosial.

Dalam rekaman yang dirilis, RV terlihat berulang kali ditendang dan dipukul. Kepala dan wajahnya juga tampak menjadi sasaran.

Kepala Unit Investigasi Kriminal Kepolisian Bintan Utara, Inspektur Wisuda Meitari, membenarkan kejadian tersebut. Polisi menangkap dua siswa yang diduga terlibat, ALP dan AL.

Baca juga: Resmi Dikonfirmasi! Kamen Rider Agito: Psychic War Tayang Agustus 2026 di Indonesia

"Kami menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu, 30 Agustus," kata Wisuda pada Rabu, 2 September.

Menurut penyelidikan awal, kejadian tersebut dimulai ketika RV menghubungi AL melalui WhatsApp untuk mengatur pertemuan di Taman Kota Seri Kuala Lobam.

Sekitar pukul 19.30 (waktu setempat), RV dan temannya tiba di lokasi. Tak lama kemudian, ALP dan AL juga tiba di taman tersebut. Ketika RV mendekat, ALP diduga langsung menyerangnya. Ia dilaporkan menendang perut RV, mencekiknya, dan berulang kali memukul dan menendang kepala dan wajahnya.

"Ketika korban mencoba melarikan diri, terduga pelaku, AL, juga memukul dan menendang pinggangnya," kata Wisuda.

Polisi Amankan 2 Pelaku

Akibat dari pengeroyokan tersebut, RV mengalami luka dan sayatan di wajah dan kepalanya. Di sisi lain, Polisi berhasil menahan AL dan ALP untuk diinterogasi. Beberapa saksi juga diinterogasi.

"Kami telah menginterogasi keduanya," kata Wisuda.

Penyelidik juga melakukan pemeriksaan medis terhadap RV. Polisi berkoordinasi dengan UPTD PPA Provinsi Kepulauan Riau untuk mendapatkan bantuan dan evaluasi psikologis bagi korban.

"Kami juga mengadakan pertemuan pendahuluan tentang kasus ini," tambahnya.

Baca juga: Seberapa Kuat Loki One Piece? Buah Iblis Nidhogg Jadi Senjata Andalan Utamanya!

Dalam menangani kasus ini, penyidik ​​menerapkan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 76C, bersama dengan Pasal 80 Undang-Undang No. 35 Tahun 2014, yang mengubah Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Meningkatnya aktivitas kriminal di sekitar kita merupakan indikasi bahwa suatu negara tidak berjalan dengan baik. Lebih lanjut, warga negara harus berhati-hati di jalanan, karena kejahatan dapat terjadi di waktu dan tempat yang tidak terduga.

Itulah informasi mengenai Pengeroyokan Pelajar SMP di Taman Kota yang perlu kamu tahu. Pastikan kamu ikuti kami terus untuk dapatkan berita terkini dari tanah air!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST